DOGE Bangkit dari Tekanan, Trader Pantau Efek ETF dan Pola Pembalikan Tren

Dogecoin.(moneycheck)

ASIAWORLDVIEW – Dogecoin atau DOGE diperdagangkan di sekitar USD0,15, Selasa (25/11/2025), naik sekitar 4,17% dibanding penutupan sebelumnya di USD0,14. Dogecoin menunjukkan pergerakan positif setelah beberapa hari mengalami tekanan harga. Kenaikan ini mencerminkan adanya minat beli baru di pasar kripto, meskipun volatilitas tetap tinggi.

Dengan kapitalisasi pasar yang terus bertumbuh, DOGE masih menjadi salah satu aset digital populer berkat dukungan komunitas yang kuat dan statusnya sebagai “meme coin” yang berhasil bertahan di tengah persaingan kripto besar lainnya.

Pergerakan harga hari ini juga menandakan bahwa Dogecoin masih sensitif terhadap sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Faktor eksternal seperti kebijakan moneter global, tren investasi institusional, serta perkembangan regulasi kripto dapat memengaruhi arah harga dalam jangka pendek. Bagi investor, penting untuk memperhatikan bahwa meskipun DOGE sering mengalami lonjakan cepat, risiko koreksi juga cukup besar.

DOGE telah mengalami penurunan yang konsisten sejak puncaknya pada November 2024. Ada upaya pemulihan singkat pada September 2025, tetapi momentumnya cepat hilang dan DOGE terus menurun, mencapai titik terendah tahunan pada awal bulan ini.

Baca Juga: Dogecoin Bersiap Jadi Pemain Utama di Nasdaq

Namun, pada akhir pekan lalu, DOGE akhirnya mengalami kenaikan harga, mengikuti tren pemulihan yang juga terjadi pada sejumlah koin meme lainnya seperti Fartcoin FARTCOIN14.48%->Harga FARTCOIN Saat Ini

Salah satu pemicu utama yang diduga mendorong kenaikan ini adalah peluncuran ETF Dogecoin Grayscale, yang resmi mulai diperdagangkan hari ini. Peluncuran ETF biasanya menarik aliran dana institusional, dan peluncuran ETF untuk kripto lain telah memicu reli jangka pendek di masa lalu.

Kini, para trader memantau dengan cermat apakah ETF Dogecoin akan memiliki efek positif serupa, atau apakah lonjakan ini akan berakhir seperti rebound sebelumnya yang gagal bertahan. Kapitalisasi pasar Dogecoin diperkirakan mencapai sekitar Rp380,8 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam sekitar Rp28,23 triliun.

Sejak awal September, Dogecoin telah membentuk pola penurunan lima gelombang, dengan gelombang terakhir membentuk pola diagonal akhir — pola yang sering dianggap sebagai tanda bahwa tren penurunan mulai melemah.

Pola ini penting karena pola diagonal akhir biasanya muncul di akhir fase penjualan besar dan dapat menjadi sinyal awal bahwa arah momentum mulai berbalik. Saat ini, indikator momentum mulai mendukung kemungkinan pembalikan tersebut.

Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan divergensi bullish, yaitu ketika harga mencetak level rendah baru, tetapi RSI membentuk level rendah yang lebih tinggi. Ini adalah sinyal klasik bahwa tekanan jual mulai melemah. RSI juga mendekati level kunci 50. Jika berhasil menembus di atas level ini, biasanya menandakan awal pembalikan tren.