ASIAWORLDVIEW – Harga Ethereum kembali menjadi sorotan seiring para analis menyoroti apa yang mereka sebut sebagai “waktu yang tepat untuk membeli.” Ethereum telah menunjukkan perilaku struktural yang kuat sesuai dengan model re-akumulasi Wyckoff.
Ethereum sedang memasuki fase akhir pola tersebut, yang berpotensi memicu kenaikan berkelanjutan menuju USD8.400. Aset digital ini diperdagangkan di level USD3.870, mencatat kenaikan harian sebesar 0,87% pada Kamis (23/10/2025).
Secara spesifik, analis mencatat bahwa harga Ethereum telah mengikuti struktur re-akumulasi Wyckoff yang presisi sejak awal 2024. Fase A dimulai pada Maret 2024 dan berlanjut hingga akhir Juni 2024, di mana dukungan awal (PSY), puncak penjualan (SC), dan reli otomatis (AR) membentuk kerangka awal.
Fase B, dari akhir Juni 2024 hingga Maret 2025, menunjukkan pergerakan lateral yang berkepanjangan saat pasar menyerap pasokan melalui uji sekunder (ST). Fase C, yang berlangsung dari Maret hingga akhir Juli 2025, memperkenalkan pola Spring dan Test, mengonfirmasi kelelahan penjual dan menandakan penyelesaian akumulasi.
Baca Juga: CEO Polygon dan Pengembang ETH Soroti Krisis Tata Kelola di Ekosistem Ethereum
Selanjutnya, fase D, antara akhir Juli hingga Oktober 2025, mencatat tanda kekuatan yang jelas (SOS) diikuti oleh penarikan kembali ke titik dukungan terakhir (BU/LPS). Kini di fase E, Ethereum memasuki tahap ekspansi, yang menurut analis merupakan waktu yang tepat untuk membeli, dengan proyeksi rally menuju $8.400.
Selain itu, seorang analis lain baru-baru ini memprediksi potensi rally ETH ke $10.000, di tengah pembaruan baru Vitalik Buterin yang bertujuan untuk meningkatkan sistem bukti Ethereum, sebuah perkembangan yang dapat mempercepat adopsi dan memperkuat proyeksi harga Ethereum 2025.
Pembelian 28.600 ETH senilai sekitar USD110,7 juta oleh BlackRock melalui ETF spot-nya memperkuat keyakinan di balik kenaikan harga Ethereum saat ini. Aliran modal institusional ini sejalan dengan fase Wyckoff E yang sedang berlangsung, mengonfirmasi kepercayaan investor besar terhadap langkah selanjutnya Ethereum.
Sementara itu, CoinGlass menyoroti arus keluar yang konsisten dari bursa, termasuk penarikan bersih sebesar USD5 juta pada 23 Oktober. Arus keluar yang persisten ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih untuk menahan atau staking daripada menjual, sehingga mengurangi pasokan yang tersedia.
