ASIAWORLDVIEW – ARAHCoin, mata uang digital yang dirancang untuk transaksi dalam aplikasi ARAH. Proyek ini mengklaim mengikuti prinsip-prinsip Syariah, menawarkan mata uang digital yang bersertifikat halal.
Jika Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi atau menggunakan Arahkoin, sebaiknya Anda memverifikasi langkah-langkah keamanan, kepatuhan terhadap peraturan, dan kepercayaan masyarakat sebelum melanjutkan.
ARAHcoin mengklaim mengikuti prinsip-prinsip Syariah, memastikan bahwa mata uang kripto mereka sejalan dengan etika keuangan Islam. Proyek ini menyatakan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan para ulama dan konsultan Syariah untuk menjaga kepatuhan.
Baca Juga: ETF Bitcoin BlackRock Mencapai Tonggak Sejarah Baru
Tidak seperti mata uang kripto global seperti Bitcoin atau Ethereum, yang beroperasi di bawah kerangka kerja terdesentralisasi, Arahkoin terikat pada ekosistem dan pedoman agama tertentu. Selain itu, proyek ini telah menerima sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sikap regulasi Arahkoin unik, tetapi kepatuhannya terhadap peraturan keuangan yang lebih luas masih belum jelas.
Amerika Serikat memperlakukan mata uang kripto sebagai sekuritas. Selain itu, memberlakukan pengawasan ketat melalui badan-badan seperti SEC. Di Uni Eropa menerapkan peraturan Markets in Crypto-Assets (MiCA), memastikan perlindungan konsumen dan kepatuhan anti pencucian uang.
