ASIAWORLDVIEW – Ham menjadi populer saat Natal karena tradisi panjang di Eropa dan Amerika yang menjadikannya hidangan utama perayaan. Sajian ini melambangkan kemakmuran, kebersamaan, dan rasa syukur. Sejak berabad-abad lalu, ham dipilih sebagai sajian Natal karena dianggap sebagai makanan mewah yang hanya disajikan pada momen istimewa.
Di banyak negara Barat, ham panggang besar sering menjadi pusat hidangan di meja makan keluarga, menggantikan daging lain yang lebih umum dikonsumsi sehari-hari. Ham melambangkan kelimpahan dan berbagi, sesuai dengan semangat Natal yang menekankan kebersamaan dan kedermawanan.
Kini, selain sebagai simbol tradisi, ham juga populer karena rasanya yang khas dan kemampuannya menghadirkan nuansa hangat serta meriah di meja makan saat liburan. Makanan ini menawarkan banyak manfaat kesehatan, tetapi juga memiliki beberapa kelemahan, seperti risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan kanker.
Ham juga tidak se-sehat unggas. Hal ini terutama karena ham—yang dibuat dengan mengawetkan kaki babi—merupakan jenis daging merah olahan. Ham mengandung fosfor, mineral esensial yang membentuk tulang dan gigi Anda, mengutip Health, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: Dekorasi Natal Buatan Sendiri Kini Jadi Trend dan Populer
Mengonsumsi daging merah seperti ham juga dapat membantu Anda membangun dan mempertahankan otot. Ham kaya akan nutrisi, mengandung mineral seperti selenium, tiamin, dan niasin. Ham juga mengandung lebih dari sepertiga dari asupan harian yang direkomendasikan untuk fosfor.
Selain itu, proses pengawetan dan pemanggangan ham membuatnya praktis untuk disiapkan dalam jumlah besar, sehingga cocok untuk jamuan keluarga besar. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia melalui pengaruh budaya Barat, menjadikan ham identik dengan perayaan Natal.
Ham juga mengandung vitamin B6, yang penting untuk metabolisme, dan B12, yang membantu menjaga kesehatan sel darah dan saraf. Selenium, yang terdapat dalam ham, memainkan peran penting dalam menjaga fungsi tiroid tetap normal.
Nutrisi dalam ham juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selenium melindungi sel dari kerusakan dan infeksi, sementara tiamin membantu pertumbuhan dan perkembangan sel.
