Dari Klub Eksklusif ke Lifestyle Populer: Fenomena Golf di Era Anak Muda

ASICS GOLF

Selama bertahun-tahun, golf dikenal sebagai olahraga kelas atas yang identik dengan lingkungan eksklusif. Namun dalam beberapa tahun terakhir, citra itu perlahan berubah. Golf kini hadir sebagai bagian dari tren gaya hidup baru yang lebih santai dan mudah diakses. Jika dulu pegolf identik dengan jas klub, caddy pribadi, dan lapangan hijau di pinggiran kota, sekarang siapa pun bisa bermain golf di tengah mal, lounge, atau studio indoor di pusat kota.

Fenomena ini bukan sekadar tren media sosial. Laporan The R&A Global Golf Participation 2024 mencatat bahwa jumlah pemain golf di seluruh dunia telah melampaui 108 juta orang. Lonjakan ini terjadi terutama di kalangan pemain muda dan pendatang baru yang mulai mengenal golf melalui simulator dan driving range indoor, bukan lapangan tradisional. Tren tersebut juga terlihat di banyak kota besar Asia, termasuk Jakarta yang kini memiliki fasilitas golf modern dan terjangkau.

Golf Bukan Lagi Olahraga “Old Money”?

Golf klasik (ASICS)
Golf klasik (ASICS)

Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam cara publik memandang golf. Dulu golf dianggap simbol status sosial, olahraga bagi mereka yang memiliki waktu luang dan akses ke klub mahal. Kini, golf menjadi ekspresi gaya hidup urban. Banyak anak muda mencoba golf karena penasaran, ingin bersosialisasi, atau sekadar mengikuti tren yang sedang viral di media sosial.

Menurut laporan The Guardian, simulator golf berperan besar dalam menarik perhatian perempuan dan generasi muda. Formatnya lebih inklusif dan fleksibel, serta memberikan pengalaman bermain yang cepat tanpa tekanan kompetisi.

Kini, bermain golf bisa disejajarkan dengan nongkrong di kafe atau bersantai di social club. Banyak tempat bermain golf indoor menggabungkan area lounge dan bar agar pengunjung bisa bermain sambil berinteraksi. Golf pun memiliki dimensi sosial baru yang lebih ringan dan menyenangkan, membuatnya relevan bagi generasi muda yang mencari aktivitas santai sekaligus bergengsi.

Fenomena Golf di Kota Besar

ASICS Golf di outdoor (ASICS)
ASICS Golf di outdoor (ASICS)

Di tengah padatnya kota besar, lapangan golf tradisional bukan lagi satu-satunya pilihan. Tempat seperti simulator golf dan driving range modern terus bermunculan dan menjadi bagian dari gaya hidup perkotaan. Laporan GreenFeed News menunjukkan peningkatan signifikan pada fasilitas golf non-tradisional, terutama sejak pandemi. Banyak orang memilih aktivitas olahraga yang bisa dilakukan di ruang tertutup, tidak memakan waktu lama, dan tetap memberi pengalaman kompetitif.

Pertumbuhan ini juga mendorong perkembangan industri pendukungnya. Berdasarkan data Industry Research Biz, pasar peralatan golf indoor menunjukkan tren peningkatan tahunan yang stabil, dengan Asia dan Amerika Utara sebagai dua wilayah paling dominan. Kini bermain golf tidak memerlukan keanggotaan klub eksklusif. Cukup datang ke studio indoor, sewa stik, dan bermain bersama teman setelah jam kerja.

Apparel yang Dukung Tren Golf

ASICS Japan S Golf (Golf House)

Dengan golf yang kini lebih ringan dan kasual, gaya berpakaian di lapangan ikut berubah. Tidak lagi wajib mengenakan polo dan celana panjang klasik. Generasi muda lebih memilih pakaian dan sepatu yang nyaman, serbaguna, serta tetap terlihat stylish di luar lapangan. Hal ini melahirkan tren golf-lifestyle apparel, yaitu busana dan alas kaki yang menggabungkan fungsi olahraga dengan tampilan fesyen.

Brand olahraga ASICS dengan sepatu ASICS Japan S Golf menjadi representasi dari tren tersebut. Dirancang untuk mendukung permainan golf, sepatu ini juga terasa nyaman digunakan dalam keseharian. Modelnya mengambil inspirasi dari desain klasik ASICS Japan S, lalu dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan golf masa kini.

ASICS Japan S Golf: “Heritage Basketball Sneaker” yang Didesain Ulang untuk Lapangan Golf

asics japan S Golf
ASICS Japan S Golf (ASICS Indonesia)

Sepatu ASICS JAPAN S Golf hadir sebagai perpaduan gaya retro dan performa modern, terinspirasi langsung dari model ikonis tahun 1981 yang kini diadaptasi khusus untuk kebutuhan para pegolf. Siluetnya tetap mempertahankan nuansa klasik ala sneaker basket, lengkap dengan synthetic leather overlays yang memberikan fit nyaman sekaligus tampilan clean yang timeless. Sol bagian luar dan dalam dibuat agar mencengkeram permukaan rumput dengan stabil, sementara bahan kulit sintetis berlapis water-repellent menjaga kaki tetap kering.

Yang membuatnya menarik adalah keseimbangan antara fungsi dan tampilan. Sepatu ini tidak seberat sepatu golf profesional, tetapi tetap stabil dan empuk untuk aktivitas sepanjang hari. Konsep “enough function” yang diusung ASICS membuatnya cocok bagi mereka yang bermain golf santai, lalu langsung melanjutkan kegiatan harian tanpa perlu berganti sepatu.

Sepatu ASICS Japan S Gold tersedia di Golf House. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ASICS Japan S Golf, ikuti @asicsid dan @golfhouse.id di media sosial.

Baca juga: Pakaian Olahraga Hijab Inovasi ASICS untuk Perempuan Aktif