Indonesia Jadi Sorotan Global Berkat Terobosan AI di Sektor Medis

Luciano Brustia, Regional Managing Director, Asia Pacific, InterSystems.

ASIAWORLDVIEW – Indonesia tengah menapaki era baru layanan kesehatan dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistem medisnya, sebuah langkah yang mulai mendapat pengakuan di tingkat global. Transformasi ini terlihat dari berbagai inovasi digital yang menghubungkan pasien dengan layanan kesehatan melalui layar perangkat, mulai dari konsultasi virtual hingga analisis data medis berbasis AI.

Asian Innovation Excellence Awards, yang diselenggarakan oleh Asian Business Review, memberikan penghargaan kepada inovasi yang terbukti menghasilkan dampak nyata, menjawab tantangan penting, dan mendorong kemajuan di berbagai industri. Penghargaan untuk InterSystems dalam kategori Healthcare Technology menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan layanan dan hasil perawatan pasien melalui sistem cerdas berbasis data.

“Dengan AI sebagai inti, IntelliCare membantu tenaga medis menghabiskan lebih banyak waktu bersama pasien dan lebih sedikit waktu mengerjakan dokumen. Penghargaan ini membuktikan bahwa inovasi kesehatan bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan membuat teknologi bekerja di balik layar agar manusia tetap menjadi fokus utama,” tutur Luciano Brustia, Regional Managing Director, Asia Pacific, InterSystems, dikutip Asiaworldview.com, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: Teknologi AI, Kunci Efisiensi dan Adaptasi di Dunia Kuliner yang Terus Berubah

Sebagai penyedia teknologi data yang mengelola lebih dari satu miliar rekam medis di seluruh dunia, InterSystems meluncurkan IntelliCare pada awal tahun ini. Dibangun di atas sistem InterSystems TrakCare, yang dipercaya oleh lebih dari 600 rumah sakit global, IntelliCare adalah generasi baru dari rekam medis elektronik (RME) dengan AI sebagai inti utamanya.

Penghargaan ini menegaskan satu hal penting bahwa teknologi kesehatan modern seharusnya melayani manusia, bukan sebaliknya. Terlebih, banyak tenaga medis di seluruh dunia yang terbebani oleh sistem yang rumit dan pekerjaan administratif. InterSystems berupaya mengubah kondisi itu dengan memanfaatkan AI untuk mengurangi beban administratif, sehingga dokter bisa kembali fokus pada hal yang paling penting, yaitu pasien mereka.

Sistem ini mencakup modul AI untuk kebutuhan klinis, administrasi, manajemen pendapatan, dan departemen rumah sakit. Dengan kemampuan AI ini, dokter bisa lebih fokus pada pasien, tim medis dapat memberikan pengalaman yang lebih baik, dan lembaga kesehatan bisa meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja finansialnya.

Teknologi ini tidak hanya mempercepat diagnosis dan pengobatan, tetapi juga memperluas akses layanan ke daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau. Dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan startup teknologi kesehatan turut memperkuat ekosistem ini, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang paling progresif dalam adopsi AI untuk kesehatan publik.