ASIAWORLDVIEW – YouTube telah berkembang menjadi platform yang sangat efektif dalam menarik perhatian pemirsa dengan niat yang jelas dan berkualitas tinggi, terutama dalam konteks pengambilan keputusan konsumen. Pemirsa datang ke YouTube bukan sekadar untuk hiburan, tetapi dengan tujuan spesifik seperti meriset, memvalidasi, atau menentukan pilihan terhadap suatu produk atau layanan.
YouTube kini menjadi saluran yang menghasilkan dampak bisnis nyata, karena konten yang dikonsumsi sering kali langsung memengaruhi keputusan pembelian. Khususnya bagi Gen Z, YouTube menempati posisi teratas sebagai platform utama untuk mencari informasi produk, melampaui pesaing lain dalam hal kredibilitas dan pengaruh.
Hal itu diungkapkan content creator Dewi Vanow. Semangat otentiknya terhadap barang-barang unik menjadikannya kreator afiliasi YouTube Shopping terpercaya, dan penggunaan tautan produk, yang dipelajari di YouTube Shopping Bootcamp, menghasilkan peningkatan pendapatan yang luar biasa sebesar 40-50%, hanya dari penandaan (tagging) di YouTube Shopping saja.
“Saat pertama kali mengenal YouTube Shopping, saya sempat merasa, ‘sepertinya ini bukan saya deh’, karena saya bukan tipe orang yang berjualan atau affiliate. Tapi setelah saya coba dan tekuni, ternyata respons audiens luar biasa. Banyak yang sering bertanya, ‘beli di mana, Kak?’ atau ‘produk yang dipakai apa?’ Dari situ saya mulai menandai (tag) toko atau produk yang saya gunakan agar penonton bisa dengan mudah menemukannya,” ia mengatakan dlamsesi diskusi YouTube Festival 2025 di Jakata, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga: YouTube Festival 2025, Momentum Penting bagi Kreator Indonesia
Dengan kombinasi konten visual yang mendalam, ulasan autentik, dan algoritma yang mendukung relevansi, YouTube menjadi ekosistem yang ideal bagi brand untuk menjangkau audiens yang siap bertindak.
Jumlah video dengan penandaan produk (tagging) meningkat 5X lipat. Dengan satu video kini dapat menandai hingga 60 produk, jumlah produk yang direkomendasikan melonjak 4X lipat. Pertumbuhan ini sangat kuat pada kategori-kategori utama seperti Muslim Fashion, Mom and Baby, Mobile & Tablet, dan Home Living. Semua hasil signifikan ini tentunya didukung oleh standar keamanan yang ketat, dimana program afiliasi YouTube Shopping hanya tersedia untuk kreator dalam YouTube Partner Program (YPP), memastikan lingkungan belanja yang lebih aman.
“Ternyata langkah kecil itu membawa dampak yang sangat besar. Saya mulai merasakan keuntungan yang signifikan, bahkan sekarang pendapatan saya dari YouTube Shopping bisa mencapai 40 hingga 50% dari penghasilan sebelumnya. Dari yang awalnya hanya hobi, kini benar-benar berkembang menjadi sumber bisnis baru bagi saya. Menurut saya, ini peluang yang luar biasa bagi kreator mana pun yang ingin memaksimalkan potensi channel-nya,” ia menambahkan.
