ASIAWORLDVIEW – Transformasi digital menjadi kunci utama dalam mewujudkan investasi yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi digital, proses investasi kini dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan efisien melalui berbagai platform daring yang menjangkau hingga ke pelosok negeri.
Norman Wanto, Founder dan CEO Gotrade sekaligus Wakil Ketua Departemen Investasi Online dan Pialang Berjangka Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), menjelaskan, penetrasi internet yang pesat telah membuka cara baru dalam berinvestasi. Dengan kemudahan
sentuhan jari, masyarakat kini dapat mengakses layanan investasi melalui berbagai aplikasi digital yang menarik dan user-friendly.
“Tampilan platform yang sederhana dan inovatif membuat proses investasi menjadi lebih mudah, terjangkau, serta accessible bagi banyak orang,” ia mengatakan.
Inovasi dompet digital, dan aplikasi investasi berbasis mobile memungkinkan masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani oleh sistem keuangan formal untuk mulai berpartisipasi dalam kegiatan investasi. Selain itu, digitalisasi juga mendorong literasi keuangan melalui edukasi daring yang lebih luas dan interaktif.
Baca Juga: DANA Tumbuhkan Inklusi Keuangan, Sukses Raih Sensor Tower APAC Awards 2024
“Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya memperluas akses, tetapi juga memperkuat inklusi keuangan nasional dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” ia menambahkan.
Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berinvestasi. Aplikasi investasi online seperti Pluang dan Gotrade hadir untuk memastikan setiap orang bisa berinvestasi di saham global dengan mudah, aman, dan menyenangkan.
“Fokus kita hanyalah satu: delighting the customer, always. Jadi kita selalu fokus dengan bagaimana kita meningkatkan produk kita, penawaran kita, aplikasi kita, dan layanan kita,” pungkasnya.
