Ekonomi Indonesia Tengah Lesu, Penjualan Hewan Kurban pada Idul Adha 2025 Menurun

Hewan kurban.(Baznas)

ASIAWORLDVIEW – Penjualan hewan kurban tahun 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan, yang berdampak langsung pada para pedagang. Di beberapa daerah, pedagang mengeluhkan sepinya pembeli dibandingkan tahun sebelumnya. Misalnya, di Pontianak, seorang pedagang hanya berhasil menjual 13 ekor dari 30 ekor kambing yang dimilikinya.

Asiaworldview.com mengutip dari berbagai sumber, Jumat (6/6/2025), kondisi ekonomi yang kurang stabil tahun ini memang berdampak signifikan pada jumlah pekurban. Penurunan dari 2,16 juta orang di 2024 menjadi 1,92 juta orang di 2025 menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang lebih berhati-hati dalam mengalokasikan dana mereka.

Secara nasional, nilai ekonomi kurban tahun ini diperkirakan stagnan di angka Rp24,4 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp28,3 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk melemahnya daya beli masyarakat, prioritas pengeluaran lain, serta kenaikan harga hewan kurban.

Baca Juga: Rayakan Momen Idul Adha di Dubai

Faktor seperti inflasi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta prioritas pengeluaran lain, seperti kebutuhan sehari-hari dan pendidikan, tampaknya membuat banyak orang menunda atau mengurangi jumlah hewan kurban yang mereka beli. Meski begitu, semangat berbagi tetap ada, dan beberapa komunitas mulai menerapkan sistem kurban kolektif sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

Di Depok, misalnya, seorang pedagang yang biasanya menjual 100 ekor kambing, tahun ini masih memiliki 35 ekor yang belum terjual menjelang Iduladha. Sementara di Surabaya, seorang pedagang mengaku mengalami penurunan omzet hingga 70 persen, dari Rp90 juta tahun lalu menjadi Rp60 juta tahun ini.

Meskipun ada penurunan, beberapa daerah masih menunjukkan antusiasme tinggi dalam pembelian hewan kurban, seperti di Gowa, di mana seorang pedagang berhasil menjual seluruh stok sapinya.