Emas Cetak Rekor, Bitcoin Tertinggal di Tengah Ketegangan Global

Bitcoin.(Pixabay)

ASIAWORLDVIEW – Harga emas telah melonjak 60% tahun ini hingga melebihi USD4.350 per ons, Bitcoin tetap stagnan. Mata uang kripto teratas ini hanya naik 15% pada tahun 2025 dan turun 10% dalam beberapa minggu terakhir seiring ketegangan perdagangan yang memanas antara AS dan China.

Perbedaan ini sangat mencolok. Emas terus mencetak rekor tertinggi baru. Sementara Bitcoin tampaknya tidak bisa mempertahankan level 110.000 — meskipun baru saja mencetak rekor USD126.000.

Bagi investor yang percaya pada narasi “emas digital”, melihat logam mulia ini mengungguli Bitcoin terasa menyakitkan. Namun, ada twist, kata pengamat pasar.

Baca Juga: Dianggap Emas Digital, Pakar Ingatkan Investasi Bitcoin Berisiko

“Jangan iri melihat kenaikan emas yang meteoritik. Lihatlah dengan antisipasi,” tulis Matt Hougan, kepala investasi di Bitwise, dalam catatan kepada investor pada 21 Oktober. “Hal ini bisa menunjukkan ke mana Bitcoin akan menuju.”

Bank sentral mulai membeli secara agresif pada 2022, tetapi harga naik perlahan selama tiga tahun sebelum melonjak tajam. Sementara itu, pembelian Bitcoin oleh institusi sebagian besar dimulai pada 2024. Jika pola ledakan tertunda yang sama berlaku, Bitcoin mungkin tidak akan tertinggal jauh dari emas untuk waktu yang lama.

Seberapa tinggi Bitcoin bisa naik? Tergantung siapa yang ditanya. Arthur Hayes, Bernstein, dan Standard Chartered semuanya memprediksi harga Bitcoin mencapai USD200.000. Yang lain, seperti 10xResearch, tidak yakin. Mereka mengatakan bahwa Bitcoin bahkan mungkin tidak mencapai $140.000 pada akhir tahun ini.

Sementara, Bank sentral telah menjadi pembeli besar emas sejak AS menyita cadangan obligasi AS Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Menurut Metals Focus, pembelian emas oleh bank sentral telah hampir dua kali lipat sejak perang dimulai, dari sekitar 467 ton per tahun menjadi sekitar 1.000 ton saat ini.