ASIAWORLDVIEW – Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping telah memicu gejolak di pasar kripto. Hal ini menyebabkan harga Bitcoin anjlok tajam dan menghapus sebagian besar keuntungan yang sebelumnya diraih pada hari yang sama.
Berbicara di acara Rose Garden Club Lunch, Presiden AS tersebut mengatakan bahwa pertemuan dengan Presiden China mungkin tidak akan terjadi. Namun, ia mengatakan bahwa ia ingin mencapai kesepakatan yang baik dengan China dan bahwa ia mengharapkan untuk mencapai kesepakatan yang baik dengan mereka.
Pada pertengahan Oktober 2025, Presiden Trump menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk bertemu dengan Presiden Xi seperti yang telah direncanakan, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan ancaman tarif baru sebesar 100% terhadap produk impor dari China, serta pembatasan ekspor perangkat lunak penting dari AS. Ketidakpastian diplomatik ini langsung mengguncang pasar keuangan global, termasuk pasar kripto.
Baca Juga: Harga Bitcoin Naik Tipis di Tengah Volatilitas, Pemegang Jangka Pendek Tertekan
Bitcoin, yang sebelumnya sempat melonjak hingga menyentuh angka lebih dari $111.000, turun drastis hingga di bawah USD108.000 dalam waktu singkat. Penurunan ini juga diperparah oleh aksi jual besar-besaran dari investor institusional dan kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik yang dapat memicu volatilitas lebih lanjut di pasar aset digital. Meskipun sempat terjadi pemulihan setelah Trump mengonfirmasi kembali rencana pertemuan pada 31 Oktober di KTT APEC di Seoul, sentimen investor tetap rapuh, mencerminkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap dinamika politik global.
Seperti yang dilaporkan CoinGape sebelumnya, Trump telah mengonfirmasi pertemuan 31 Oktober dengan Xi Jinping di KTT APEC di Korea Selatan. Ia juga menyebutkan bahwa China telah bersikap hormat dan bahwa ia mengharapkan untuk mencapai kesepakatan dengan mereka.
Namun, pernyataannya baru-baru ini menunjukkan bahwa pertemuan dengan Presiden China jauh dari jaminan. Pertemuan antara keduanya dapat menjadi kunci bagi kedua negara untuk akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan.
Sementara itu, Trump mengancam kemarin bahwa ia mungkin akan memberlakukan tarif 155% terhadap China jika mereka tidak mencapai kesepakatan perdagangan sebelum batas waktu 1 November. Ia sebelumnya telah memberlakukan tarif 100% terhadap China, yang akan berlaku mulai 1 November.
