Zulkifli Hasan: Campuran Etanol 10% Justru Dongkrak Harga Komoditas Petani

Zulkifli Hasan

ASIAWORLDVIEW – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah untuk mencampurkan 10 persen etanol ke dalam bensin mulai tahun 2026 akan memberikan manfaat signifikan bagi para petani. Menurutnya, mandat ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi hasil pertanian seperti tebu dan jagung yang menjadi bahan baku utama etanol.

Dengan meningkatnya permintaan etanol domestik, petani diharapkan memperoleh nilai tambah dari komoditas mereka, sekaligus memperkuat ketahanan energi dan pangan nasional melalui sinergi antara sektor pertanian dan energi.

“Campuran etanol 10 persen yang wajib akan meningkatkan harga singkong, salah satu bahan baku utama untuk produksi etanol, menjadi Rp2.000 per kilogram,” ia mengatakan, Rabu (16/10/2025).

Baca Juga: Vivo dan Shell Batal Beli BBM Pertamina, Etanol dan Skema Bisnis Tak Sesuai

Saat ini, harga jual singkong yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp1.350 per kilogram. Dengan kebijakan baru ini, singkong akan memiliki nilai yang lebih tinggi, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Selain singkong, harga tebu juga diperkirakan akan naik.

“Program ini akan secara signifikan mendorong perekonomian masyarakat karena bahan baku yang digunakan adalah singkong, tebu, dan jagung,” ia menambahkan.

Hal tersebut membuka peluang pasar baru bagi hasil pertanian lokal, meningkatkan nilai jual komoditas, serta mendorong pertumbuhan sektor agrikultur secara keseluruhan. Dengan keterlibatan petani dalam rantai pasok energi terbarukan, kebijakan ini tidak hanya mendukung transisi energi yang lebih bersih, tetapi juga memperkuat kesejahteraan dan ketahanan ekonomi pedesaan.