AS Perkuat Dominasi Bitcoin, Senilai USD15 Miliar Disita dari Skema Penipuan Kripto

Tumpukan koin kripto di atas Dolar AS.(Canva)

ASIAWORLDVIEW – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) berupaya untuk memperoleh kepemilikan atas Bitcoin tau BTC senilai hingga USD15 miliar. Aset igital tersebut merupakan hasil dari penyitaan dari skema penipuan kripto. Hal ini akan meningkatkan cadangan Bitcoin pemerintah AS dan terjadi di tengah upaya untuk mendirikan cadangan Bitcoin strategis.

Dalam siaran pers yang dikutip Asiaworldview.com, Rabu (15/10/2025), Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa mereka mengajukan gugatan penyitaan sipil terhadap hampir 127.271 BTC, senilai hampir USD15 miliar, yang merupakan bagian dari “hasil dan alat” skema penipuan “pig butchering”. DOJ juga mengungkapkan bahwa dana tersebut saat ini berada di bawah pengawasan pemerintah AS.

Selain itu, mereka mencatat bahwa ini merupakan tindakan penyitaan terbesar dalam sejarahJ. DOJ menyita dana tersebut dari Chen Zhi, yang juga dikenal sebagai “Vincent,” pendiri dan ketua Prince Holding Group (Prince Group), yang didakwa dengan konspirasi penipuan melalui kabel dan konspirasi pencucian uang.

Baca Juga: Michael Saylor Kembali Borong Bitcoin di Tengah Crash Pasar Kripto

Tindakan penyitaan ini berpotensi meningkatkan cadangan Bitcoin AS jika pengadilan mengabulkan perintah penyitaan. Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mengusulkan agar AS menggunakan aset yang disita untuk membentuk cadangan BTC strategis.

Data BitcoinTreasuries menunjukkan bahwa AS saat ini memegang 198.021 BTC, yang sebagian besar berasal dari penyitaan. Dengan demikian, perintah penyitaan senilai USD15 miliar ini berarti pemerintah AS berpotensi memegang hingga 325.292 BTC atau sekitar USD36 miliar dalam cadangannya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah mengonfirmasi pada Agustus bahwa cadangan Bitcoin AS bernilai hingga USD20 miliar. Hal ini mengikuti spekulasi sebelumnya bahwa AS telah menjual sebagian besar kepemilikan BTC-nya.

Sementara itu, langkah ini juga akan memperluas keunggulan AS atas negara lain dalam hal kepemilikan Bitcoin. Pemerintah AS memegang BTC terbanyak di antara entitas pemerintah, di depan China yang berada di posisi kedua dengan 190.000 BTC.