ASIAWORLDVIEW – Setelah mencetak rekor tertinggi di USD126.000, harga Bitcoin atau BTC kini terkoreksi ke bawah USD121.000, Rabu (8/10/2025). Kondisi ini menandai akhir dari reli kuat selama sepekan dan memicu penurunan di pasar kripto secara luas.
Penurunan ini tidak hanya berdampak pada BTC, tetapi juga menyeret Ethereum (ETH) turun di bawah USD4.500, dengan koreksi harian mencapai 5,11%. XRP dan Solana (SOL) turut mengalami tekanan, masing-masing turun 4,59% dan 5,40% dalam 24 jam terakhir.
Koreksi ini terjadi setelah lonjakan harga yang signifikan sebelumnya, dipicu oleh sentimen positif terhadap aset digital dan pelemahan dolar AS. Namun, tekanan jual dan aksi ambil untung dari investor menyebabkan pasar kembali ke zona merah. Meskipun demikian, sebagian besar aset kripto masih mencatatkan kenaikan mingguan, menunjukkan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto. Kapitalisasi pasar kripto global juga turun sekitar 2,67% menjadi USD4,16 triliun, mencerminkan dampak luas dari koreksi harga ini.
Baca Juga: Harga Bitcoin Mencapai Rekor Tertinggi Baru di Tengah Antusiasme Uptober
Indikasi tekanan jual yang kuat diperlihatkan oleh lonjakan volume perdagangan 24 jam sebesar 15%. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada likuidasi posisi leverage lebih dari 167.000 pedagang.
Total kerugian mencapai USD621,29 juta, sekaligus menurunkan total kapitalisasi pasar aset kripto global menjadi USD4,16 triliun.
Sentimen pasar secara keseluruhan memang tengah mendingin, terlihat jelas dari penurunan Open Interest Bitcoin sebesar 3,33% dan mayoritas pedagang futures di bursa besar mulai mengambil posisi bearish. Namun, di balik koreksi jangka pendek ini, masih ada pandangan optimis yang lebih besar. Aset kripto semakin dilihat sebagai safe haven terhadap ketidakstabilan ekonomi dan politik global.
Pandangan ini diperkuat oleh dukungan tokoh keuangan seperti Robert Kiyosaki, yang menyarankan untuk mengalihkan aset dari Dolar AS ke aset keras seperti emas, perak, dan aset kripto. Secara paralel, emas baru-baru ini mencapai rekor tertinggi baru, dan para analis memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengikuti lintasan emas, menunjukkan potensi kenaikan menuju target ambisius $268.000, sebuah sinyal bullish yang menjaga semangat investor jangka panjang.
