Perkuat Diplomasi Kuliner, Indonesia Siap Gaet Chef Dunia dan Ekspor Rasa Nusantara

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana

ASIAWORLDVIEW – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Program Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengangkat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata kuliner kelas dunia. Program ini dirancang untuk mempromosikan kekayaan rasa, keragaman bahan lokal, dan warisan budaya kuliner Nusantara kepada pasar internasional.

“Melalui WIG, Indonesia tidak hanya memperkenalkan masakan tradisional seperti rendang, sate, dan gado-gado, tetapi juga mendorong inovasi kuliner yang menggabungkan teknik modern dengan cita rasa autentik,” ia mengatakan, dikutip Asiaworldview.com, Rabu (1/10/2025).

Pemerintah melihat potensi besar sektor gastronomi sebagai daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan turis. Selain itu, memperkuat ekonomi kreatif, dan membuka peluang ekspor produk kuliner unggulan ke mancanegara.

“Indonesia adalah negara dengan potensi yang sangat besar, mulai dari kekayaan alam dan budaya hingga keanekaragaman dan keaslian masakannya. Saat ini, kami fokus pada gastronomi,” ia menambahkan.

Baca Juga: Ekspor MASONRY dari Bali ke Niseko, Perpaduan Kuliner Mediterania dan Jepang

WIG diharapkan dapat menarik chef internasional ternama untuk berkolaborasi dengan ikon kuliner Indonesia. Program ini dilanjutkan di Bali dengan serangkaian kegiatan, termasuk talkshow yang mengeksplorasi lima tema seputar gastronomi dan industri makanan dan minuman. Ia menambahkan Bali dipilih sebagai proyek percontohan bersama Jakarta.

Salah satu sorotan utama adalah talkshow yang mengeksplorasi lima tema penting seputar gastronomi, mulai dari warisan kuliner Nusantara, inovasi dalam penyajian makanan, keberlanjutan bahan lokal, peran chef dalam diplomasi budaya, hingga strategi promosi kuliner Indonesia di pasar internasional. Kegiatan ini menghadirkan para pelaku industri, chef ternama, dan pakar gastronomi untuk berdiskusi dan berbagi wawasan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan ekosistem kuliner yang berdaya saing tinggi.

“Bali dipilih sebagai lokasi karena reputasinya sebagai pusat pariwisata dan budaya. Ini menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak program WIG secara nasional dan global,” pungkasnya.