ASIAWORLDVIEW – Sekitar 90% dari produk perayaan di Amerika Serikat (AS), termasuk dekorasi Halloween, diimpor dari China, menurut laporan South China Morning Post. Dominasi ini mencerminkan peran sentral China sebagai pusat manufaktur global untuk barang-barang konsumsi berbiaya rendah dan berproduksi massal.
Pernak-pernik Halloween’s Day yang tersedia, mulai dari kostum seram hingga lampu hias dan pohon plastik. Sebagian besar barang yang menghiasi rumah dan toko selama musim liburan berasal dari pabrik-pabrik di wilayah seperti Yiwu, China, yang dikenal sebagai “supermarket dunia.”
Ketergantungan ini juga menyoroti kerentanan rantai pasok global terhadap gangguan logistik atau kebijakan perdagangan, terutama menjelang musim puncak belanja. Ternyata juga terpengaruh terhadap Trump Tariff yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca Juga: MemeCore Gelar HALLOMEME di KBW 2025, Perkenalkan Ekosistem Budaya Blockchain
Biasanya pernak=pernik ni baru terlihat menjelang Halloween’s Day, kini sudah banyak dijajakan sekal usim panas atau ekiar Juli 2025. Tarif salah satu alasan mengapa barang-barang Halloween mulai muncul di musim panas, menurut Marketing 411, seorang analis industri. Importir membayar pajak tersebut, dan ekonom mengatakan bahwa sebagian biaya tersebut dibebankan kepada konsumen.
“Ketika tarif awalnya diberlakukan dengan tingkat 145%, hal itu menyebabkan pesanan dibatalkan dan tertunda dengan penurunan volume yang signifikan bagi semua pemasok Halloween,” kata Tara Cortner, presiden dan CEO Disguise, mengutip USA TODAY.
Trump mengumumkan tarif pada produk buatan China dan negara lain pada Maret. Meskipun tingkat tarif berfluktuasi, tarif China kini berada di 30%. Hal itu mengakibatkan “kurangnya produk di pasar tahun ini.
Waktu produksi terbuang dan pengecer mengurangi jumlah pesanan karena mengantisipasi harga eceran yang lebih tinggi, yang mereka perkirakan akan mengurangi permintaan konsumen. Beberapa pengecer mulai menawarkan barang-barang Halloween sejak Juni “sebagai hedge terhadap risiko perdagangan” dan strategi pemasaran.
