ASIAWORLDVIEW – Indonesia menempati posisi kedua secara global dalam hal intensitas belanja online, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap eCommerce. Namun, di balik angka tersebut, perilaku konsumen Indonesia sangat dipengaruhi oleh daya tarik promo dan diskon.
Riset terbaru YouGov mengungkap bahwa Indonesia kini berada di peringkat kedua dari 55 pasar global, hanya di bawah Tiongkok dan di atas India dalam hal preferensi belanja online dibandingkan toko fisik. Namun, konsumen Indonesia juga semakin fokus pada value for money: aktif mencari promo, mempertimbangkan ongkos kirim, serta menuntut harga terjangkau dan layanan berkualitas dalam setiap transaksi.
“Ecommerce di Indonesia tumbuh dengan kecepatan luar biasa, tetapi pertumbuhan transaksi dan pengguna berjalan beriringan dengan perubahan preferensi konsumen. Konsumen kini lebih cerdas, lebih selektif, dan menuntut value for money yang lebih besar, kecepatan pengiriman, serta personalisasi yang lebih baik. Platform dan penjual harus cepat beradaptasi untuk memenuhi ekspektasi ini,” ujar Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India lewat siaran pers, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga: Transaksi di eCommerce Pacu Ekonomi Digital Indonesia, 72% dari Total Nilai Nasional
Studi ini juga mengungkap bahwa mayoritas konsumen aktif mencari penawaran terbaik sebelum melakukan pembelian, dengan preferensi kuat terhadap flash sale, potongan harga produk, dan promo ongkos kirim. Generasi Z dan milenial menjadi pendorong utama tren ini, karena mereka tumbuh di tengah kemudahan teknologi dan algoritma personalisasi yang membuat pengalaman belanja terasa lebih instan dan emosional.
Value for money kini tidak lagi sekadar harga murah. Konsumen mempertimbangkan harga produk, ongkos kirim, kecepatan pengiriman, serta keseluruhan pengalaman belanja. Sementara, 2 dari 3 konsumen menyebut ongkos kirim tinggi dan waktu pengiriman lama sebagai kekhawatiran utama. Data juga mengungkapkan 79% konsumen online selalu mencari promo saat berbelanja, dengan gratis ongkir sebagai insentif paling dicari sekaligus jawaban atas kekhawatiran utama mereka.
Selain itu, fitur seperti “Beli Sekarang, Bayar Nanti” (BNPL) juga semakin populer, mencerminkan pola konsumsi yang cepat namun tetap berhati-hati dalam pengeluaran. Perilaku ini menunjukkan bahwa meskipun konsumen Indonesia sangat aktif di ranah digital, mereka tetap sangat sensitif terhadap harga dan nilai, menjadikan strategi promosi sebagai kunci utama keberhasilan platform e-commerce di pasar lokal.
