Omega-3 Beri Perlindungan Khusus bagi Wanita dari Risiko Alzheimer

Makanan yang mengandung Omega-3, termasuk alpukat dan salmon.

ASIAWORLDVIEW – Wanita lebih rentan terkena penyakit Alzheimer—menyumbang hampir dua pertiga dari 7,2 juta warga Amerika yang hidup dengan kondisi tersebut. Kini, penelitian baru menunjukkan bahwa asam lemak omega-3—yang telah lama dikaitkan dengan kesehatan otak yang lebih baik—mungkin memberikan perlindungan unik bagi wanita.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis kadar lipid darah pada lebih dari 800 orang. Perempuan dengan Alzheimer—berbeda dengan pria yang menderita penyakit ini—memiliki kadar lemak tak jenuh yang mengandung omega-3 lebih rendah dalam aliran darah, seperti dilaporkan tim peneliti pada Agustus di jurnal Alzheimer’s & Dementia.

Omega-3, jenis lemak tak jenuh ganda yang membantu membangun dan memperkuat sel-sel otak. Hal itu karena tubuh tidak memproduksinya secara alami, Anda perlu mendapatkannya melalui suplemen atau makanan seperti ikan berlemak air dingin.

Menurut Cristina Legido-Quigley, PhD, penulis utama studi dan dosen di Institut Ilmu Farmasi King’s College London, temuan ini tidak hanya menunjukkan bahwa omega-3 mungkin memainkan peran unik dalam perkembangan Alzheimer, tetapi juga menyoroti perbedaan berbasis jenis kelamin yang lebih luas dalam cara penyakit ini berkembang.

Baca Juga: Bayer: Deteksi Dini PMB dan Kesadaran tentang Kesehatan Reproduksi Penting bagi Perempuan

“Ini menyarankan kita memerlukan pendekatan yang spesifik berdasarkan jenis kelamin untuk memahami, mendiagnosis, dan potensial mengobati penyakit Alzheimer,” katanya mengutip Health, Selasa (9/9/2025).

Omega-3, kelompok asam lemak tak jenuh ganda yang sangat penting bagi kesehatan tubuh, dan terdiri dari tiga jenis utama: ALA (Alpha-linolenic Acid), EPA (Eicosapentaenoic Acid), dan DHA (Docosahexaenoic Acid). ALA, bentuk omega-3 yang paling umum ditemukan dalam sumber nabati seperti biji rami, chia, kenari, dan minyak biji-bijian.

Tubuh dapat mengubah ALA menjadi EPA dan DHA, proses ini sangat tidak efisien, sehingga manfaat langsungnya lebih terbatas. EPA, yang banyak ditemukan dalam ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden, memiliki sifat antiinflamasi yang kuat dan berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung serta mengurangi gejala gangguan mood seperti depresi dan kecemasan.