ASIAWORLDVIEW – Kesadaran tentang kesehatan reproduksi memainkan peran besar dalam kesejahteraan perempuan secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang lebih baik, perempuan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak terkait kesehatan mereka, mengenali tanda-tanda gangguan sejak dini, dan mendapatkan akses ke perawatan yang tepat.
Irawan Septian Nugroho, MBBS, MMed (Int. Med), Cluster Medical Lead Women’s Health Bayer Indonesia menjelaskan, selain dampak fisik, edukasi kesehatan reproduksi juga membantu mengurangi stigma sosial dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Hal itu karena perempuan merasa lebih percaya diri dan didukung dalam perjalanan kesehatan mereka.
“Upaya meningkatkan kesadaran ini bisa dilakukan melalui pendidikan, kampanye kesehatan, dan akses ke layanan medis yang berkualitas. Hal itu juga tengah gencar dilakukan Bayer,” ia mengatakan dalam dalam Diskusi Media dengan tema “#KnowYourFlow, Kenali Perdarahan Menstruasi Berat dan LNG IUS untuk Terapi PBM.
Baca Juga: Waspadai, Gejala Perdarahan Menstruasi Berat pada Perempuan
Di Indonesia, perdarahan menstruasi berat (PMB) sering kali diselimuti stigma dan rasa malu, yang mengakibatkan penundaan pengobatan dan kualitas hidup yang lebih buruk bagi wanita. Untuk itu diperlukan upaya nyata dalam meningkatkan pengetahuan perempuan Indonesia agar lebih memahami kesehatan reproduksinya.
“Kami ingin memberdayakan perempuan untuk lebih memahami kesehatan reproduksi mereka dan segera mencari bantuan medis jika mengalami perdarahan menstruasi yang tidak normal,” ia menambahkan.
Meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dapat membantu mengatasi hambatan ini. Kampanye publik, edukasi di sekolah, serta akses ke layanan kesehatan yang ramah perempuan bisa membuat lebih banyak individu merasa nyaman untuk berbicara dan mencari perawatan terkait PMB.
“Terkait PMB, Bayer di bulan ini juga meluncurkan kampanye #KnowYourFlow, bersama dengan komunitas perempuan dan tenaga kesehatan profesional, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama perempuan Indonesia terkait perdarahan menstruasi berat sehingga lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya.
