ASIAWORLDVIEW – Acne patch, produk perawatan kulit berbentuk plester kecil yang dirancang untuk menempel langsung pada jerawat. Biasanya terbuat dari bahan hidrokoloid yang mampu menyerap cairan dan nanah dari jerawat yang meradang.
Riset terbaru menunjukkan 68% Gen Z lebih memilih acne patch dengan desain unik dibandingkan menutupinya dengan makeup tebal. Selain lebih sehat untuk kulit, acne patch juga jadi cara ekspresif untuk tampil percaya diri tanpa harus menyembunyikan jerawat.
Tidak heran, banyak selebriti dan influencer kini terlihat bangga tampil di depan kamera dengan acne patch warna-warni atau berbentuk karakter imut. Acne patch bukan lagi sekadar produk perawatan, tapi juga statement fashion dan bentuk self-love ala Gen Z.
Baca Juga: Makeup Meets Skincare, Revolusi Kecantikan yang Menyatukan Fungsi dan Perawatan
Salah satu contoh yang lagi jadi favorit adalah Jacquelle x Quby Acne Patch. Kolaborasi ini menghadirkan acne patch dengan desain Quby yang lucu dan ikonik, sekaligus teknologi yang benar-benar efektif untuk jerawat.
Teknologi hidrokoloid yang enyerap minyak dan cairan, mempercepat penyembuhan jerawat. Selai itu, mengurangi kemerahan, cocok untuk semua jenis kulit. Membantu mencegah polusi sekaligus mengurangi risiko bekas jerawat.
Namun, penggunaannya tidak lepas dari potensi bahaya. Pada kulit sensitif, acne patch dapat menimbulkan iritasi berupa kemerahan, gatal, atau perih. Jika digunakan terlalu lama, plester ini bisa menjebak bakteri dan memperburuk kondisi jerawat.
Selain itu, acne patch kurang efektif untuk jenis jerawat yang belum matang atau jerawat batu, dan tidak bisa menggantikan perawatan jerawat secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemilihan produk dan cara penggunaan yang tepat sangat penting agar manfaatnya maksimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan.
