Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak di Era Digital

Ibu menggendong anak, memberikan perhatian demi tumbuh dan kembangnya.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Kesehatan mental anak sejak dini merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang mereka secara optimal, baik secara emosional, sosial, maupun kognitif. Anak yang memiliki kondisi mental yang sehat cenderung lebih mampu mengelola emosi, membangun hubungan yang positif, dan menghadapi tantangan hidup dengan percaya diri. Di masa kanak-kanak, perkembangan otak berlangsung sangat cepat, sehingga pengalaman emosional yang mereka alami—baik dukungan maupun tekanan—akan membentuk cara mereka berpikir dan bersikap di masa depan.

Masa kecil, fase yang begitu singkat—sekali terlewat, tak akan pernah bisa diulang kembali. Di momen inilah anak membutuhkan kehadiran orang tua secara penuh, khususnya dari Ibu, bukan hanya untuk membentuk rasa aman, memberikan kasih sayang tanpa syarat, dan menjadi sandaran emosional anak, tetapi juga mempersiapkan masa depannya dengan menanamkan nilai etika, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial sehingga anak memiliki kemampuan untuk bangkit dari kegagalan, menghadapi tekanan, dan tetap percaya diri di tengah tantangan. Namun derasnya arus informasi dan masifnya penggunaan gawai membuat anak-anak kerap lebih cepat terpapar dunia digital dibandingkan pada nilai-nilai kehidupan yang esensial.

“Kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan mereka dengan orang tua, terutama ibu. Kasih sayang, komunikasi yang terbuka, dan bonding yang positif dapat menjadi ‘tameng’ yang membuat anak lebih tangguh menghadapi bullying, tekanan akademis, maupun kegagalan. Ibu tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga teladan dalam mengelola emosi dan membangun rasa percaya diri anak,” kata Psikolog Elisabeth Santoso, M.Psi, dikutip Asiaworldview.com, Sabtu (20/8/2025).

Baca Juga: Mengasuh dengan Hati: MY BABY Ajak Ibu Indonesia Bangun Karakter Anak sejak Dini

Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 mencatat sekitar 34,9% anak Indonesia, atau setara 15,5 juta anak, mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Lebih dari itu, 64,7% anak mengalami masalah hubungan dengan keluarga, sementara 41,1% kesulitan menjalin hubungan dengan teman sebaya. Angka ini mengindikasikan bahwa ketahanan emosional dan keterampilan sosial anak masih rapuh.

Tidak hanya itu, sebuah jurnal yang terbit Januari 2025 berjudul “Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Kognitif dan Sosial Anak” menyebutkan bahwa penggunaan gadget berlebih dapat menurunkan kemampuan anak dalam berinteraksi sosial dan berempati. Hal ini sejalan dengan studi KemenPPPA bersama UNICEF (2023) yang melaporkan bahwa anak-anak Indonesia rata-rata mengakses internet 4–5 jam per hari, dan lebih dari 60% orang tua mengaku khawatir terhadap dampaknya pada perkembangan emosional maupun sosial anak.

Jika tidak diperhatikan, gangguan mental seperti kecemasan, depresi, atau gangguan perilaku dapat muncul dan menghambat proses belajar serta interaksi sosial anak. Oleh karena itu, peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman, penuh kasih, dan terbuka agar anak merasa didukung dan mampu tumbuh menjadi individu yang tangguh dan sejahtera.

Menjawab kebutuhan ini, MY BABY menghadirkan kembali Momversity 2025 dengan tema #RaisingExtraordinaryGeneration, sebagai ruang edukasi dan inspirasi bagi para ibu di seluruh Indonesia. Melalui Momversity, MY BABY ingin menguatkan peran ibu sebagai pilar penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak agar sehat secara mental, kuat secara emosional, dan berkarakter positif, sehingga anak menjadi generasi hebat di masa depan.