Coinfest Asia 2025 di Bali, Titik Balik Inovasi Web3 di Bawah Cahaya Bulan

Coinfest Asia

ASIAWORLDVIEW – Coinfest Asia 2025, festival kripto dan Web3 terbesar di Asia tengah berlangsung di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali. Acara ini menghadirkan lebih dari 10.000 peserta dari 90 negara, termasuk investor, developer, kreator, dan pemimpin industri blockchain.

Coinfest Asia membedakan dirinya dari konferensi kripto lainnya dengan fokus kuat pada penerapan Web3 dalam kehidupan sehari-hari. Joditha, kepala acara di Indonesia Crypto Network, mengatakan bahwa tema “Full Moon” dipilih untuk menandai titik balik, di mana ide-ide muncul dari kegelapan ke sorotan.

Dengan tema Full Moon, Coinfest Asia menyoroti momen kebangkitan inovasi dan adopsi teknologi desentralisasi. Lokasi acara berubah menjadi ekosistem Web3 yang dinamis, menampilkan pameran teknologi, sesi diskusi, hackathon, pertemuan investor, hingga parade budaya Ogoh-Ogoh yang menggabungkan semangat teknologi dengan kearifan lokal Bali.

Festival ini juga menjadi panggung bagi proyek-proyek inovatif seperti Ozak AI, yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan blockchain untuk solusi perdagangan pintar2. Coinfest Asia bukan hanya ajang networking, tapi juga simbol pertemuan antara masa depan digital dan budaya tradisional Indonesia.

Baca Juga: Bos Indodax: Stablecoin Rupiah Bisa Pangkas Biaya Remitansi ke Bawah 1 Persen

Acara ini dirancang untuk menyeimbangkan konten edukatif bagi pemula dan diskusi substansial bagi peserta yang lebih berpengalaman. Sebagai hasilnya, Coinfest Asia menjadi platform ideal bagi siapa pun yang ingin memahami atau menjelajahi teknologi blockchain dan kripto.

Tahun ini, Coinfest Asia menerapkan pendekatan lokasi terpadu dengan mengonsolidasikan semua aktivitas, acara sampingan, dan pengalaman komunitas di Nuanu Creative City. Selain diskusi panel tradisional, acara ini juga akan menyelenggarakan turnamen game yang mencakup e-sports, paintball, dan permainan papan.

Selain itu, ada “pertarungan metaverse” yang menggabungkan pengalaman fisik dan digital. Acara ini juga memperkenalkan pameran Web3 Accelerator, yang dikembangkan bersama Saison Capital, BRI Ventures, dan Coinvest, berfokus pada tokenisasi aset nyata.

Acara ini juga akan dihadiri oleh Kenneth Shek, chief strategy officer di Moca Network; Amanda Cassatt, pendiri dan CEO Serotonin; dan Saad Ahmed, kepala Asia Pasifik di Gemini. Dengan kehadiran para ahli ini, Coinfest Asia 2025 diharapkan menjadi titik temu penting untuk pertukaran ide dan kolaborasi di industri Web3.

Coinfest Asia 2025 di Bali secara aktif mendukung inovasi lokal melalui berbagai inisiatif yang menghubungkan teknologi global dengan kreativitas Indonesia. Acara ini dihelat selama dua hari, 21 dan 22 Agustus 2025.