ASIAWORLDVIEW – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa koperasi yang dibentuk melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memiliki peran strategis dalam menurunkan harga komoditas pokok di tingkat desa. Dengan memperkuat kelembagaan ekonomi lokal, koperasi ini diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang panjang dan tidak efisien, sehingga harga barang kebutuhan dasar seperti beras, minyak, dan gula bisa lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, koperasi KDMP juga diharapkan menjadi wadah bagi petani dan pelaku usaha kecil untuk meningkatkan daya tawar mereka, memperluas akses pasar, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa secara menyeluruh. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
“Selain memperlancar rantai distribusi, operasional KDMP juga diharapkan dapat menurunkan harga barang-barang pokok,” kata Indrawati melalui akun Instagramnya @smindrawati, seperti dikutip di Jakarta, dikutip Asiaworldview.com, Selasa (12/8/2025).
Baca Juga: Sri Mulyani: Penurunan Tarif Perdagangan Picu Lonjakan Sektor Furnitur dan Industri Lain
Menteri tersebut juga mencatat bahwa pemerintah memproyeksikan koperasi-koperasi ini akan meningkatkan nilai tukar petani, menciptakan hingga dua juta peluang kerja, dan memungkinkan lebih banyak pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas untuk berkontribusi pada perekonomian pedesaan.
Dengan mempertimbangkan proyeksi positif ini, bendahara negara meyakinkan publik bahwa program KDMP akan dilanjutkan hingga tahun depan.
“Ini merupakan salah satu program prioritas yang akan kami lanjutkan pada 2026. Saatnya desa-desa mengambil langkah, menjadi sumber harapan baru,” pungkasnya.
