ASIAWORLDVIEW – Wisata berkelanjutan di Indonesia merupakan pendekatan pariwisata yang mengutamakan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan keberlanjutan ekonomi. Konsep ini semakin menjadi fokus utama pemerintah dan pelaku industri pariwisata, terutama pascapandemi, seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap dampak perjalanan mereka.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia.
“Pengembangan pariwisata Indonesia harus memprioritaskan pariwisata berkelanjutan yang kompetitif, yang menawarkan pengalaman unik dan nilai tinggi,” kata Ni Luh dalam pernyataan resmi dikutip Asiaworldview.com, Minggu (10/8/2025).
Baca Juga: Indonesia Apresiasi Pariwisata ASEAN Makin Solid
Ia mencatat bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 mewajibkan pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan secara lingkungan. Pendekatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung berkualitas, baik wisatawan internasional maupun domestik. Apalagi setelah berakhirnya status pandemi COVID-19, pariwisata berkelanjutan menjadi pilihan utama bagi wisatawan global.
Menanggapi tren ini, Kementerian Pariwisata meluncurkan Gerakan Wisata Bersih (GWB). Program ini dirancang untuk menciptakan destinasi bersih sambil memperkuat keberlanjutan pariwisata.
“Gerakan Wisata Bersih adalah gerakan yang mendorong semua pihak untuk peduli terhadap kebersihan. Masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan wisatawan,” pungkasnya.
Destinasi seperti Taman Nasional Baluran di Jawa Timur, Desa Wisata Penglipuran di Bali, dan Kampung Blekok di Situbondo adalah contoh nyata dari pariwisata berkelanjutan yang menggabungkan konservasi alam, pelestarian budaya, dan keterlibatan aktif komunitas lokal
