Visa Ikut Tancap Gas di Dunia Kripto sejak Stablecoin Resmi Dilegalkan

Kartu VISA.

ASIAWORLDVIEW – Visa mengumumkan akan memperluas kemampuan penyelesaian Stablecoin-nya, dengan menambahkan dukungan untuk tiga token digital tambahan dan dua jaringan blockchain baru. Raksasa pembayaran ini menyatakan bahwa infrastrukturnya kini mendukung PayPal’s PYUSD, USDG yang diterbitkan oleh Paxos, dan EURC dari Circle.

Visa memang sedang tancap gas di dunia kripto, dan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Dalam ekspansi terbarunya, Visa menambahkan dukungan untuk blockchain Avalanche dan Stellar, memungkinkan klien mereka menerima dan menyelesaikan transaksi stablecoin melalui jaringan tersebut. Ini melengkapi dukungan sebelumnya untuk Ethereum dan Solana, sehingga total ada empat jaringan blockchain yang kini digunakan dalam infrastruktur stablecoin Visa.

Langkah ini datang tak lama setelah disahkannya GENIUS Act di AS, yang memberikan kerangka hukum federal pertama untuk stablecoin. Visa memanfaatkan momen ini untuk memperkuat posisinya sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan aset digital.

Baca Juga: Stablecoin Kini Legal di AS: Apa Arti GENIUS Act bagi Dunia Finansial?

Visa menegaskan bahwa meskipun pasar kripto sedang mengalami tekanan, mereka tetap berkomitmen pada strategi jangka panjang di sektor ini. Menurut Rubail Birwadker, kepala produk pertumbuhan global Visa, stablecoin yang tepercaya, skalabel, dan interoperabel bisa secara fundamental mengubah cara uang bergerak di seluruh dunia.

Kepala Kripto Visa, Cuy Sheffield, mengatakan “terlepas dari tantangan dan ketidakpastian dalam ekosistem kripto, Visa percaya bahwa mata uang digital yang didukung fiat berjalan dengan semestinya.”

“Kami percaya bahwa ketika stablecoin dipercaya, skalabel, dan interoperable, mereka dapat secara fundamental mengubah cara uang bergerak di seluruh dunia,” kata Rubail Birwadker, Kepala Produk Pertumbuhan Global dan Kemitraan Strategis Visa, dalam sebuah pernyataan.

Stablecoin, cryptocurrency yang umumnya dipatok ke aset stabil seperti dolar AS untuk meminimalkan fluktuasi harga. Awalnya, stablecoin digunakan terutama oleh trader untuk mentransfer dana tanpa bergantung pada bank tradisional. Kini bank, perusahaan besar—termasuk Meta dan Amazon, menurut laporan—dan bahkan negara bagian AS tertarik untuk menerbitkan stablecoin, yang diharapkan dapat mempercepat pembayaran menggunakan teknologi blockchain.