ASIAWORLDVIEW – Peter Schiff menantang keyakinan umum bahwa stablecoin meningkatkan permintaan terhadap obligasi Treasury Amerika Serikat (AS). Ia memperingatkan bahwa stablecoin hanya mengalihkan likuiditas yang sudah ada sambil berisiko meningkatkan imbal hasil jangka panjang.
Dalam posting terbaru di X, ekonom dan pendukung emas ini menjelaskan bahwa pergeseran ke stablecoin dapat menggeser pinjaman tradisional dan menaikkan suku bunga hipotek. Oleh karena itu, stablecoin menimbulkan ancaman yang lebih luas bagi pasar keuangan.
Menurutnya, ketika investor memindahkan dana dari rekening pasar uang tradisional ke stablecoin, dana tunai yang mendasarinya dialihkan dan tidak ditambahkan ke ekosistem Treasury.
Baca Juga: Stablecoin Jadi Pilar Masa Depan Investasi Global
Schiff menjelaskan bahwa pembelian sekuritas Treasury oleh penerbit stablecoin sebenarnya sudah dibeli oleh dana pasar uang. Ia mencatat bahwa perbedaan utama adalah pembeli stablecoin secara efektif menyerahkan bunga yang diperoleh dari sekuritas Treasury tersebut kepada perusahaan penerbit, bukan menerimanya secara langsung.
Dalam posting lanjutan di X, Schiff memperingatkan bahwa penerbit stablecoin dibatasi untuk membeli hanya instrumen Treasury jangka pendek. Akibatnya, permintaan terhadap obligasi jangka panjang dapat menurun. Menurutnya, permintaan ini krusial dalam menentukan suku bunga hipotek.
Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa penurunan permintaan mendorong imbal hasil jangka panjang naik, berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi pemilik rumah dan bisnis. Dia juga mencatat bahwa aliran modal ke stablecoin dapat memiliki konsekuensi ekonomi yang lebih luas.
“Uang yang masuk ke stablecoin untuk membeli obligasi Treasury jangka pendek tidak dapat dipinjamkan kepada peminjam swasta,” katanya. Hal ini menunjukkan risiko penurunan ketersediaan modal untuk investasi produktif.
Pandangan Schiff bertentangan dengan pandangan BlackRock. Manajer aset terbesar di dunia baru-baru ini menyatakan bahwa stablecoin adalah salah satu kekuatan besar yang akan membentuk pengembalian di pasar keuangan di masa depan.
