ASIAWORLDVIEW – Gelar Batik Nusantara 2025 hadir sebagai manifestasi keindahan tradisi dalam balutan karya dan identitas bangsa yang hidup dan terus berkembang. Acara ini bukan sekadar perayaan estetika batik, melainkan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang telah diwariskan lintas generasi.
Melalui pameran interaktif, parade busana, pertunjukan seni, dan berbagai workshop tematik, pengunjung diajak menyelami filosofi, sejarah, serta proses kreatif di balik selembar kain batik. Setiap motif dan teknik yang ditampilkan menjadi cerminan kekayaan lokal, kebanggaan kolektif, dan identitas kebudayaan. Kegiatan ini mempersatukan seniman batik dan pelaku usaha dari berbagai daerah di nusantara.
Dengan mengusung semangat inklusif dan modern, Gelar Batik Nusantara membuktikan bahwa tradisi tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga bisa menjadi bagian penting dalam gaya hidup kontemporer yang penuh makna dan jati diri.
Baca Juga: Kebaya: Bukan Sekadar Warisan, Tapi Wujud Perempuan Indonesia
Gelar Batik Nusantara 2025 mengusung tema “Bangga Berbatik”. Mengangkat batik sebagai bagian dari gaya hidup masa kini, bukan sekadar warisan budaya.
Gelar Batik Nusantara 2025 diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI). Acara ini akan berlangsung dari 30 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, dan terbuka untuk umum.
Tahun ini, spotlight diberikan pada Batik Merawit dari Cirebon, teknik membatik khas yang telah diakui melalui Indikasi Geografis (IndiGeo) pada 4 November 2024.
Acara ini juga menjadi wadah pemberdayaan UMKM batik, dengan lebih dari 200 booth dan penghargaan khusus bagi pelaku industri kreatif yang berkontribusi di daerah masing-masing.
