ASIAWRLDVEW – Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI), perayaan tahunan yang menyoroti peran penting sektor ritel modern dalam perekonomian Indonesia. Acara ini digelar pada 23 Juli di Gedung Smesco, Jakarta, menyoroti tantangan konsumsi masyarakat, khususnya fenomena “Rojali” (Rombongan Jarang Beli), di mana banyak pengunjung pusat perbelanjaan hanya melihat-lihat tanpa bertransaksi akibat penurunan daya beli dan perubahan gaya hidup pasca pandemi.
Ketua HIPPINDO Budiharjo Iduansjah dam konferensi pers menyebutkan, Rabu (23/7/2025), dengan kontribusi sektor perdagangan mencapai 13,22% terhadap PDB pada kuartal pertama 2025, Hari Retail Modern Indonesia menjadi panggung strategis untuk mengakselerasi pemulihan konsumsi. Selain tu, memperkuat ekosistem ritel dalam negeri menuju pasar global.
“Fenomena “Rojali” (Rombongan Jarang Beli) menjadi isu sentral bagi Kami saat ini. Banyak pengunjung mal hanya melihat-lihat tanpa bertransaksi,” ia mengatakan.
Baca Juga: Perkembangan Industri Ritel di Indonesia: Pengalaman Belanja Unik hingga Adopsi Teknologi
Ia menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan konsumsi domestik.
“Bikin mal bagus, tapi yang beli enggak ada,” ujar Budiharjo. “Penciptaan lapangan kerja adalah kunci untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mengatasi fenomena Rojali ini.”
Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara infrastruktur ritel dan konsumsi masyarakat. Seain itu, mendorong kemitraan strategis antara UMKM dan ritel modern untuk memperluas akses pasar produk lokal
Ritel modern harus bertransformasi secara digital dan hybrid. Hal ini diakukan agar tetap relevan dengan perilaku konsumen yang berubah akibat sistem kerja fleksibel dan penurunan daya beli.
“Tanpa inovasi dan adaptasi, ritel berisiko kehilangan daya tarik di mata konsumen yang kini lebih kritis, cepat berpindah brand, dan menuntut pengalaman belanja yang seamless,” jelasnya lagi.
Iinovasi dan Kolaborasi lintas sector, tambahnya, menjadi seruan strategis yang digaungkan oleh berbagai pemimpin industri, termasuk Ketua HIPPINDO dalam acara Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI). Kolaborasi ini mencakup sinergi antara pelaku ritel modern dan tradisional, pemerintah, startup teknologi, akademisi, serta lembaga keuangan dan logistik.
