ASIAWORLDVIEW – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memang sedang memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek strategis yang bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan serta budaya lokal. Hal ini sebagai tanggapan terhadap tantangan yang saat ini dihadapi pulau itu.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bahkan menyebut bahwa arah pengembangan Bali telah dirancang untuk 100 tahun ke depan, dengan prinsip keadilan sosial dan kelestarian budaya. Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, sebuah visi jangka panjang yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali dalam menghadapi dinamika global
“Bali tetap menjadi tujuan wisata strategis dan memainkan peran penting dalam industri pariwisata. Ini terbukti dari semakin banyaknya pengunjung domestik dan internasional setiap tahun,” ia mengatakan.
Baca Juga: Jumlah Wisatawan Asing di Bali Tetap Stabil di Tengah Konflik Iran-Israel
Ia juga mencatat bahwa beberapa tantangan mendesak memerlukan perhatian segera dan sinergi yang kuat antara otoritas pusat dan lokal. Salah satu masalah utama adalah akomodasi tanpa izin, terutama villa yang beroperasi tanpa izin.
Kekhawatiran lain termasuk pengembangan pariwisata dan perencanaan tata ruang, yang menurutnya harus didistribusikan secara lebih merata dan dilakukan tanpa mengorbankan lahan pertanian yang produktif.
“Kami juga mengakui tantangan yang terkait dengan perilaku wisatawan tertentu di Bali,” kata Wardhana. “Kami akan terus bekerja untuk mendidik pengunjung melalui kerja sama dengan kedutaan besar Indonesia dan mitra lainnya.”
Status Bali sebagai tujuan utama, promosi yang konsisten tetap penting. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung rencana pengembangan pariwisata 100 tahun yang dirancang oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
