ASIAWORLDVIEW – Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap es krim tidak hanya terbatas pada rasa vanila dan cokelat. Berkat warisan kulinernya yang kaya dan bahan-bahan tropis, negara ini menawarkan beberapa rasa yang benar-benar unik dan disukai:
Cita rasa es krim lokal seperti es teler, es doger, durian, dan alpukat mencerminkan bagaimana Indonesia dengan cerdas menyatukan kekayaan warisan kuliner tropis dengan teknik dan presentasi ala dessert modern. Inovasi ini tidak hanya menggugah selera, tapi juga memperkenalkan dunia pada rasa-rasa yang khas Nusantara—dalam bentuk yang akrab, menyenangkan, dan Instagram-worthy.
Asiaworldview.com mengutip dari berbagi sumber, Minggu (20/7/2025), erpaduan antara bahan lokal dan gaya global ini turut menunjukkan bahwa identitas kuliner Indonesia sangat fleksibel dan adaptif, tanpa kehilangan akar budayanya. Bahkan beberapa brand nasional dan artisan kini menjadikan rasa-rasa tradisional sebagai signature flavor mereka—membawa nostalgia sekaligus kebaruan dalam satu sendok es krim.
Baca Juga: Sejarah Tiramisu Mendunia: dari Italia hingga Viral di TikTok
Es Teler, misalnya, terinspirasi dari hidangan penutup tradisional, rasa ini menggabungkan kelapa muda, nangka, dan alpukat untuk menghasilkan cita rasa tropis yang manis, lembut, dan menyegarkan.
Bahkan, ada es krim dengan rasa doger. Hidangan khas Jakarta yang terbuat dari santan, ketan hitam, dan singkong yang difermentasi, menawarkan rasa yang sedikit gurih dan manis.
Jangan lupakan, durian yang dikenal sebagai “raja buah”. Es krim durian memiliki rasa yang pekat, lembut, dan beraroma harum-sangat cocok untuk penggemar rasa yang kuat.
Tentu saja, aalpukat dengan rasa lembut dan sedikit gurih. Es krim ini favorit karena teksturnya yang kaya dan rasa manis yang lembut.
Meski begitu, rasa vanila, cokelat, stroberi masih sangat dicintai dan tersedia di berbagai merek seperti Walls, Campina, dan Magnum.
