Gandeng Uni Eropa dengan IEU-CEPA, Indonesia Perkuat Ekonomi dan Stabilitas Politik Dunia

Presiden Prabowo Subianto.(X/@prabowo)

ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perjanjian strategis antara Indonesia dan Uni Eropa, khususnya melalui kesepakatan IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement). Hal ini merupakan langkah penting untuk memperkuat ekonomi global dan stabilitas politik dunia.

Indonesia menyambut baik kesepakatan politik ini, karena ini menandai tonggak penting menuju penyelesaian IEU-CEPA pada September 2025. Prestasi bersama ini juga menunjukkan nilai strategis kedua belah pihak dalam memperkuat kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Uni Eropa,” catatnya.

Sejak negosiasi dimulai pada Juli 2016, setidaknya 19 putaran pertemuan resmi dan banyak pertemuan antar sesi telah diadakan, yang mengarah pada kemajuan signifikan saat ini.

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Lanjutkan Negosiasi dengan Pihak Trump, Bahas Tarif Impor 32%

Selama kunjungan kenegaraannya ke Belgia, Prabowo bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Markas Besar Gedung Berlaymont Uni Eropa di Brussel pada hari Minggu (13 Juli) waktu setempat.

Eropa, pemimpin dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan keuangan. Namun, Indonesia memiliki sumber daya yang signifikan. Dengan demikian, kemitraan antara Eropa dan Indonesia, dengan Indonesia juga menjadi bagian dari ASEAN, akan memberikan kontribusi penting bagi perekonomian global dan stabilitas geopolitik,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga bertemu dengan Komisaris Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maroš Šefovi untuk menyepakati beberapa poin kunci sebagai tindak lanjut konkret dari penyelesaian negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).

Menurutnya, kedua belah pihak mengakui potensi signifikan untuk mengembangkan perdagangan dan investasi dengan meningkatkan akses pasar, menghilangkan hambatan perdagangan, dan memfasilitasi lingkungan bisnis yang lebih dapat diprediksi dan inklusif.