HiLo Strong Fest 2025 Ungkap Bahaya Kondisi Sarcopenia untuk Kesehatan

Keterangan pers HiLo Strong Fest 2025, Sabtu (5/7/2025), di Jakarta

ASIAWORLDVIEW – HiLo Strong Fest 2025 dihelat hari ini, Sabtu (5/7/2025), menjadi ajang festival olahraga yang tidak hanya seru, namun juga edukatif. Acara ini merupakan bagian dari perayaan World Sarcopenia Day dan bertujuan mengajak masyarakat untuk mulai “nabung otot” sejak dini demi mencegah penurunan massa otot seiring bertambahnya usia.

dr. Andhika Respati, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga menjelaskan, manusia membutuhkan otot untuk menjaga postur tubuh, mendukung pergerakan anggota tubuh, menjaga agar tubuh tetap kuat. Selain itu, berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

“Penurunan fungsi otot tidak bisa dianggap enteng dan penting diwaspadai karena dapat berkaitan dengan masalah kesehatan dan gangguan lain, bahkan bisa berkaitan dengan risiko kematian,” ia mengatakan.

Lebih jauh, terdapat kondisi yang disebut sarcopenia, yaitu kondisi yang ditandai dengan penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot. Meskipun secara umum berkaitan dengan penuaan, faktor risiko seperti gaya hidup tidak aktif, malnutrisi, serta penyakit kronis dapat mempercepat terjadinya sarcopenia.

Baca Juga: HiLo Strong Fest 2025, Ajak Masyarakat Nabung Otot demi Masa Depan

“Sayangnya, saat menginjak usia 30 tahun, manusia mulai kehilangan sekitar 3 hingga 8% massa otot setiap dekadenya. Laju pengurangan massa otot akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia,” ia menambahkan.

Risiko sarcopenia akan meningkat karena hal ini jika asupan nutrisi tidak mencukupi dan massa otot tidak dilatih. Kondisi tersebut memperparah sarcopenia.

“Oleh karena itu, latihan otot melalui olahraga beban yang diimbangi dengan konsumsi protein cukup sangat penting dilakukan untuk menjaga massa dan kekuatan otot demi fungsi tubuh yang optimal,” pungkasnya.

Kondisi sarcopenia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan gangguan keseharian seperti keterbatasan mobilitas dan meningkatkan risiko jatuh, peningkatan risiko rawat inap di rumah sakit, serta peningkatan risiko penyakit kronis dan kematian dini.

Bahkan, memiliki kekuatan otot yang rendah dapat berkaitan dengan risiko kematian hingga 50% lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki massa dan kekuatan otot lebih baik