ASIAWORLDVIEW – Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Selasa melaporkan bahwa minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan turunannya masih menjadi komoditas ekspor utama Indonesia selama periode Januari-Mei 2025. Nilai ekspor minyak mentah selama periode tersebut mencapai US$8,90 miliar, dengan volume mencapai 8,30 juta ton.
Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini. Dalam keterngannya, menyebutkan angka tersebut menunjukkan peningkatan 27,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana ekspor CPO tercatat sebesar US$6,96 miliar dengan volume 8,01 juta ton.
“Nilai ekspor CPO dan turunannya meningkat 27,89 persen secara kumulatif,” ia mengatakan.
Baca Juga: Indonesia Percepat Produksi Biodiesel dari Sawit untuk Diekspor ke Luar Negeri
Menurut BPS, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2025 mencapai USD24,61 miliar atau naik 9,68 persen dibanding tahun sebelumnya, ditopang oleh komoditas nonmigas seperti lemak dan minyak hewan atau nabati.
Ekspor migas tercatat USD1,11 miliar atau turun 21,71 persen, sedangkan nilai ekspor nonmigas tercatat naik 11,89 persen mencapai USD23,50 miliar. Peningkatan nilai ekspor Mei 2025 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas yaitu lemak dan minyak hewan atau nabati yang naik 63,01 persen dengan kontribusi 4,50 persen.
Selain itu, kenaikan ekspor ditopang oleh besi dan baja yang naik 27,58 persen dengan kontribusi 2,70 persen, serta mesin dan peralatan listrik dan bagiannya yang naik 45,11 persen dengan kontribusi 2,58 persen.
BPS juga melaporkan adanya fluktuasi ekspor CPO dan turunannya pada periode 2020-2024. Pada tahun 2020, nilai ekspor CPO mencapai US$17,36 miliar dengan volume 25,94 juta ton.
