ASIAWORLDVIEW – Sensitivitas terhadap susu sapi pada anak bisa muncul dalam dua bentuk utama, alergi susu sapi dan intoleransi laktosa. Dua kondisi ini memiliki dampak yang berbeda terhadap kesehatan dan tumbuh kembang si kecil.
Alergi susu sapi merupakan reaksi sistem imun terhadap protein dalam susu sapi (seperti kasein dan whey).Gejalanya, si kecil mengalami ruam kulit, muntah, diare berdarah, sesak napas, hingga anafilaksis. Umumnya terjadi pada bayi dan anak di bawah 3 tahun.
Jika tidak ditangani, bisa mengganggu pertumbuhan, menyebabkan peradangan kronis, dan memengaruhi perkembangan sistem imun. Anak dengan alergi susu sapi perlu penggantian total protein susu dan pengawasan medis ketat.
Sementara, intoleransi laktosa merupakan kekurangan enzim laktase yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (gula dalam susu). Anak mengalami kembung, diare, nyeri perut, gas berlebih—terbatas pada sistem pencernaan. Kondisi ini dialami pada anak usia di atas 2 tahun dan remaja.
Baca Juga: Siswa Sekolah Membutuhkan Kombinasi Nutrisi pada Susu
Meski tidak berbahaya, tapi bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan risiko kekurangan kalsium jika asupan susu tidak diganti dengan sumber lain. Anak dengan intoleransi laktosa masih bisa mengonsumsi produk susu rendah laktosa atau susu nabati.

Kalbe Nutritionals melalui Morinaga Soya kembali melanjutkan komitmennya dalam mendukung anak dengan sensitivitas terhadap susu sapi untuk tumbuh aktif, sehat, dan percaya diri menjadi juara melalui rangkaian kegiatan Soyalympic 2025. Setelah sukses menjangkau lebih dari 1000 anak di 11 kota besar sejak Maret 2025, kini Morinaga Soya menghadirkan instalasi games edukatif interaktif berbasis teknologi di sejumlah lokasi terpilih di Jakarta seperti Lotte Gandaria City, Youreka Kuningan City, dan AEON BSD.
Pengalaman ini dirancang untuk menggabungkan berbagai pilihan aktivitas fisik, edukasi dan teknologi digital dalam suasana yang menyenangkan dan ramah anak. Morinaga Soya memahami bahwa anak dengan sensitivitas terhadap susu sapi membutuhkan perhatian khusus. Faktanya, 25-80% anak memiliki risiko alergi jika terdapat riwayat alergi dalam keluarga. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang optimal anak, baik dari sisi fisik, aktivitas, hingga kepercayaan diri mereka.
Melalui instalasi ini, anak-anak diajak untuk mengikuti permainan lari interaktif berbasis sensor gerak, di mana avatar mereka akan muncul di layar digital dan bergerak secara real-time mengikuti kecepatan lari masing-masing. Peserta dengan waktu terbaik akan masuk leaderboard nasional, dan 75 anak dengan performa tertinggi dari masing-masing kategori akan diundang ke Soyalympic The Final Game di Jakarta pada 3 Juli 2025.
“Kami ingin memberikan pengalaman nyata bagi anak-anak untuk membuktikan bahwa sensitif susu sapi bukanlah batasan. Justru melalui aktivitas seperti ini, mereka bisa menunjukkan semangat, keberanian, dan kejar mimpi besar mereka tanpa batas,” ujar Betzylia, Brand Manager Morinaga Soya, Kalbe Nutritionals.
