ASIAWORLDVIEW – Dunia investasi tradisional menjadi lebih demokratis, berkat teknologi berbasis blockchain. Tokenisasi mengubah aset dari real estat hingga saham – menjadi token digital. Langkah membutuhkan lebih sedikit dokumen dan dapat diperdagangkan sepanjang waktu.
Hal ini membuka peluang investasi ke pasar-pasar baru yang belum terlayani. Token memungkinkan aset mahal seperti rumah atau perusahaan dipecah menjadi saham-saham yang lebih kecil, sehingga investor dapat memulai dengan jumlah yang kecil. Sifatnya yang terdesentralisasi berarti bahwa orang-orang di pasar negara berkembang dapat berinvestasi dengan mudah melalui ponsel pintar mereka, sementara peningkatan likuiditas membantu mereka yang berpenghasilan rendah yang mungkin perlu mengakses investasi mereka.
World Economic Forum telah berkolaborasi dengan Accenture untuk menyusun laporan wawasan, Tokenisasi Aset di Pasar Keuangan. Manfaatnya mengembangkan taksonomi model tokenization dan meletakkan dasar untuk pengambilan keputusan di area baru ini.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Mulai Pengaruhi Pasar Kripto
Laporan kolaboratif antara World Economic Forum (WEF) dan Accenture berjudul “Asset Tokenization in Financial Markets: The Next Generation of Value Exchange” dirilis pada Mei 2025 dan menjadi sorotan penting dalam dunia keuangan digital.
Laporan ini menyoroti bagaimana tokenisasi aset—proses mengubah aset fisik atau keuangan menjadi representasi digital di blockchain—dapat merevolusi pasar keuangan, termasuk transparansi dan efisiensi yang lebih tinggi dalam transaksi.
Laporan ini juga menggarisbawahi tantangan besar seperti infrastruktur lama, regulasi yang terfragmentasi, dan kurangnya interoperabilitas antar sistem. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan bertahap dan kolaborasi erat antara regulator, institusi keuangan, dan penyedia teknologi.
