Infrastruktur Kripto Iran Bermasalah setelah Kena Serangan Cyber?

Ilustrasi peretasan oleh hacker.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Konflik Iran-Israel semakin serius, dan kripto tidak lagi menjadi tempat yang aman sejak Gonjeshke Darande meretas bursa kripto terbesar di Iran. Kelompok peretas yang terkenal dan diduga berasal dari Israel ini mengeksploitasi bursa Nobitex. Mereka tidak hanya mencuri lebih dari USD90 juta dari bursa tersebut, tetapi juga mengambil tindakan drastis lainnya. Siapakah mereka? Mari kita bahas.

Gonjeshke Darande, sebuah nama yang diambil dari bahasa Farsi dan merupakan singkatan dari Predatory Sparrows. Ini adalah sekelompok peretas, yang terkenal karena aksi-aksi mereka yang didorong oleh politik. Kelompok ini diduga terkait dengan intelijen Israel. Namun, ini masih berupa dugaan, dan Israel belum mengonfirmasi keterkaitannya, mengutip YahooNews, Jumat (20/6/20250.

Kelompok ini dikenal karena menargetkan infrastruktur Iran, termasuk pompa bensin, industri baja, sistem pemerintahan, lembaga keuangan, dan lainnya. Namun, mereka mengklaim bahwa mereka melakukan peretasan dengan hati-hati.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Mulai Pengaruhi Pasar Kripto

Para peretas ini cukup aktif di platform media sosial, dengan membawa hampir 10.000 pengikut di dua akun X. Mereka secara aktif memberi tahu pengguna tentang aktivitas, motif, dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Menurut postingan resmi kelompok X, “Pertukaran Nobitex merupakan inti dari upaya rezim untuk membiayai teror di seluruh dunia.” Para peretas mengklaim bahwa bursa tersebut bahkan tidak berpura-pura mematuhi sanksi dan mendanai terorisme.

Akibatnya, mereka meretas platform kripto dan membakar BTC, ETH, dan kripto lainnya yang diretas. Hal ini menandakan bahwa niatnya lebih bersifat politis daripada ekonomi. Pembaruan terakhir pada peretasan kripto Nobitex termasuk mengungkapkan kode sumber pertukaran dan informasi sensitif lainnya.