Volume XRP Berjangka di CME Melonjak ke Level Tertinggi

XRP

ASIAWORLDVIEW – Volume XRP berjangka di bursa CME telah melonjak ke level tertinggi sepanjang masa setelah diluncurkan pada 19 Mei. Volume yang melonjak bertepatan dengan prospek bullish untuk harga XRP, yang diperdagangkan pada USD2,30 dengan kerugian intraday sebesar 2%.

Peluncuran ini menjadikan XRP sebagai aset kripto ketiga setelah Bitcoin dan Ethereum yang tersedia di bursa derivatif terbesar di dunia. CME menawarkan kontrak berjangka XRP dalam dua ukuran: Micro XRP Futures (2.500 XRP) dan Standard XRP Futures (50.000 XRP), memberikan fleksibilitas bagi investor.

XRP dengan volume perdagangan sebesar USD2 miliar menurut CoinMarketCap. Volume ini akan terus meningkat karena grafik empat jam menunjukkan bahwa harga XRP mendekati zona krusial di mana volume sisi beli dan sisi jual sebelumnya tinggi.

Baca Juga: XRP Ledger Integrasikan XLS-56: Ini Hal yang Perlu Diketahui

Saat harga USD2,35, yang juga merupakan Point of Control (PoC), XRP akan menghadapi resistensi krusial. Namun, jika XRP dapat melonjak di atas level ini, itu akan membalik struktur pasar menjadi bullish, membuka jalan untuk lebih banyak keuntungan.

Level kunci yang harus diperhatikan dalam prediksi harga XRP adalah zona support tempat Ripple diperdagangkan saat ini. Zona support ini berkisar antara USD2.29 dan USD2.32, yang telah dipertahankan XRP selama lebih dari tiga minggu.

Meskipun volume perdagangan meningkat, harga XRP sempat mengalami penurunan 3% ke USD2,35, menunjukkan sikap hati-hati dari pasar sebelum tren jangka panjang terbentuk. Namun, sejarah menunjukkan bahwa peluncuran futures sering kali menjadi langkah awal menuju legitimasi institusional, seperti yang terjadi pada Bitcoin dan Ethereum sebelum mereka mendapatkan ETF spot.