Trump Ancam Kenakan Tarif Impor pada iPhone yang Tak Diproduksi di AS

ASIAWORLDVIEW – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada Apple untuk iPhone yang tidak dibuat di AS, memberikan tekanan pada raksasa teknologi tersebut untuk mengembalikan manufaktur ke Amerika.

Trump menyatakan bahwa ia telah lama memberi tahu CEO Apple, Tim Cook, bahwa ia menginginkan iPhone yang dijual di AS diproduksi di dalam negeri, bukan di India atau negara lain. Jika Apple tidak memenuhi permintaan ini, maka perusahaan harus membayar tarif minimal 25% kepada pemerintah AS.

Raksasa teknologi ini juga berencana mendirikan Apple Manufacturing Academy di Detroit, serta mempekerjakan 20.000 karyawan baru yang berfokus pada penelitian dan pengembangan, teknik silikon, kecerdasan buatan, dan pembelajaran mesin.

Baca Juga: Donald Trump Gusar Apple Pilih Produksi iPhone di India

Pernyataan ini langsung berdampak pada pasar, dengan saham Apple turun 2,5% dalam perdagangan pre-market. Namun, belum jelas apakah Trump memiliki kewenangan untuk mengenakan tarif secara spesifik pada satu perusahaan. Hingga saat ini, Apple belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman tersebut.

Para analis mengatakan bahwa membuat iPhone sepenuhnya di AS akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengalihkan produksi dan lebih dari dua kali lipat biaya untuk konsumen Amerika.

Analis Wedbush Securities, Dan Ives, mengatakan bahwa pemindahan produksi ke AS akan memakan waktu lima hingga 10 tahun dan menaikkan biaya hingga sekitar $3.500.

“Kami yakin konsep Apple memproduksi iPhone di AS adalah dongeng yang tidak mungkin terjadi,” tulis Ives dalam sebuah catatan pada hari Jumat.