ASIAWORLDVIEW – Inflasi bulanan di Indonesia naik menjadi 1,17 persen pada bulan April. Kondisi ini terutama didorong oleh tarif listrik yang lebih tinggi dan melonjaknya harga emas.
Laporan Badan Pusat Statistik yang dikutip oleh Asiaworldview.com, Sabtu (3/5/2025), tingkat inflasi April lebih rendah dari 1,65 persen yang dicatat pada bulan Maret. Indonesia melihat tingkat inflasi tahun-ke-tahun sebesar 1,95 persen.
“Perumahan, listrik, dan kelompok bahan bakar rumah tangga berkontribusi paling banyak untuk inflasi April, menyumbang 0,98 persen dari total,” kata Pudji Ismartini wakil BPS.
“Tarif listrik saja berkontribusi 0,97 persen untuk inflasi bulanan keseluruhan,” kata Pudji, mencatat kenaikan rata-rata 26,99 persen dalam harga listrik.
Baca Juga: Emas Vs Bitcoin, Mana Pilihan Investasi Jangka Panjang?
Emas menjadi kontributor terbesar kedua untuk inflasi, menyumbang 0,16 persen dari kenaikan bulanan. Ini didorong oleh kenaikan harga emas global yang berkelanjutan. Menurut BPS, perhiasan emas mengalami inflasi 10,52 persen bulan ke bulan.
“Ini adalah inflasi bulanan tertinggi untuk perhiasan emas dalam 20 bulan terakhir,” Pudji menambahkan.
Beberapa komoditas makanan juga melihat kenaikan harga di bulan April. Bawang raya berkontribusi 0,06 persen untuk inflasi keseluruhan, sementara cabai merah dan tomat menambah 0,04 persen dan 0,03 persen.
