ASIAWORLDVIEW – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kebijakan tarif timbal balik yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan reformasi ekonomi yang kritis. Menurutnya, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah utama sebagai tanggapan terhadap langkah AS.
“Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah utama sebagai tanggapan terhadap langkah AS. Ini termasuk memperkuat kerja sama regional dan internasional, serta mengejar reformasi domestik untuk mengatasi kelemahan struktural seperti daya saing industri yang rendah dan daya beli rumah tangga yang terbatas,” ia mengatakan.
Dia menunjukkan bahwa Indonesia telah secara aktif bekerja menuju aksesi ke Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pengembangan (OECD) dan bergabung dengan perjanjian komprehensif dan progresif untuk kemitraan trans-Pasifik (CPTPP). Upaya -upaya ini, katanya, telah menarik perhatian positif dari pemerintah AS selama diskusi dengan Duta Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer dan Menteri Keuangan Scott Bessent.
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Lanskap Perdagangan Global Berubah akibat Trump Tariff
“Indonesia telah mempersiapkan diri untuk reformasi internal, dan kami mengkomunikasikan upaya ini kepada AS juga. Ini adalah praktik terbaik yang juga dicari oleh negara lain. Dalam pertemuan kami dengan Treasury AS, Rencana Indonesia untuk bergabung dengan OECD juga dibahas,” Airlanggan mengatakan kepada pembawa acara Enggartito Lukita.
Indonesia menempati urutan kedelapan di antara negara -negara yang terkena dampak kenaikan tarif AS, menghadapi kenaikan 32 persen. Secara total, sekitar 60 negara dikenakan tarif timbal balik yang setara dengan setengah dari tingkat yang mereka bebankan pada barang -barang AS.
“Itulah sebabnya Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kami untuk merespons dengan cepat, termasuk penjangkauan proaktif ke AS. Respons awal Indonesia dihargai oleh AS, karena kami adalah yang pertama bereaksi. Keterlibatan awal itu dapat memberikan keunggulan penggerak awal,” pungkasnya.
