Ringankan Ketegangan dengan AS, Indonesia Tingkatkan Kuota Impor Minyak Mentah dan LPG

Kilang minyak.(esdm)

ASIAWORLDVIEW – Indonesia berencana untuk meningkatkan impor komoditas energi ke Amerika Serikat (AS) termasuk minyak mentah, gas minyak cair (LPG), dan bahan bakar olahan. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk meringankan ketegangan perdagangan dengan Washington dan mengatasi tekanan tarif.

Menteri Sumber Daya Energi dan Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan langkah ini merupakan bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk menyelesaikan bea impor AS 32 persen yang dikenakan pada barang -barang Indonesia. Pemerintah membukukan surplus perdagangan USD14,5 miliar dengan AS pada tahun 2024, menurut data Central Statistics Agency (BPS).

“Untuk mengatasi perbedaan dan dukungan negosiasi, kami mempertimbangkan untuk meningkatkan impor energi kami dari AS,” kata Menteri Bahlil.

Bahlil mengatakan rencana itu tidak akan membebani anggaran negara. Hal ini justru akan menambah volume impor.

Baca Juga: Indonesia Kirim Delegasi ke AS, Negosiasi Trump Tariff dengan Tim Gedung Putih

“Kami tidak menambahkan kuota impor baru. Kami hanya mengganti beberapa sumber pasokan kami yang ada, dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara, ke AS,” katanya. “Ini tidak akan mempengaruhi anggaran negara dan tidak akan meningkatkan volume impor kami.”

Indonesia memberi tahu kami bahwa ini telah membuat investasi asing lebih mudah saat pembicaraan tarif dimulai
Saat ini, sekitar 54 persen impor LPG Indonesia berasal dari AS, bagian yang dapat naik hingga 85 persen. Impor minyak mentah dari AS, sekarang menyumbang kurang dari 4 persen dari total Indonesia, diperkirakan akan melebihi 40 persen di bawah rencana yang diusulkan. Impor bahan bakar halus juga akan diperluas, meskipun target masih diselesaikan.

“Penyesuaian ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendukung normalisasi perdagangan,” kata Bahlil, menambahkan bahwa pembicaraan teknis dengan perusahaan energi milik negara Pertamina sedang berlangsung.