Tarik Perhatian Turis Asing, Dorong Pariwisata Indonesia di Tengah Tekanan Trump Tariff

Salah satu sudut lokasi wisata Malioboro, Yogyakarta.(Unsplash.com/Farhan Abas)

ASIAWORLDVIEW – Sektor pariwisata dapat berfungsi sebagai pertahanan ekonomi nasional yang potensial untuk Indonesia. Kondisi ini bisa dilakukan dalam menanggapi tekanan eksternal yang dihasilkan dari tarif perdagangan yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Menurutnya, Indonesia dapat memanfaatkan potensi besar sektor pariwisata sebagai sumber yang signifikan dari valuta asing yang tidak tunduk pada hambatan perdagangan.

“Dengan menarik lebih banyak wisatawan asing, kami dapat menjaga stabilitas cadangan rupiah dan valuta asing,” tegasnya.

Ia mendesak para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk fokus pada tiga strategi utama dalam menavigasi tantangan dinamika perdagangan global. Strategi pertama melibatkan memposisikan sektor pariwisata sebagai ekspor layanan penyeimbang.

Baca Juga: Imbas Trump Tariff: Harga Saham Turun dan Picu Ketegangan Ekonomi Global

Ia menyoroti bahwa Indonesia menawarkan sumber daya alam yang kaya, seni dan budaya, dan kreativitas masyarakat, menawarkan potensi pariwisata yang sangat besar. Namun, distribusi 13,9 juta wisatawan asing di Indonesia tetap terkonsentrasi di tujuan tertentu.

Selain itu, mendesak aktor bisnis pariwisata di seluruh wilayah untuk memanfaatkan situasi ini dengan meningkatkan kesiapan tujuan, produk pariwisata, bisnis pariwisata, pekerja, dan promosi yang ditargetkan dengan cara yang terintegrasi.

“Potensi pariwisata Indonesia yang luas melampaui tujuan tertentu, dimulai dari tingkat desa. Pemerintah terus mengembangkan desa-desa wisata dan mendorong kegiatan ekonomi berbasis pariwisata di seluruh Indonesia untuk memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil,” ia menambahkan.

Pengembangan pariwisata berkualitas tinggi juga perlu dilakukan, di mana kementerian mendorong aktor bisnis pariwisata di semua tujuan untuk mengupayakan pengalaman pariwisata berkualitas yang menarik pengeluaran pariwisata yang lebih tinggi daripada mengejar jumlah kunjungan.

“Langkah ini akan memungkinkan sektor pariwisata untuk mendukung ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal dan juga menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama di panggung global,” pungkasnya.