Paus Ethereum Mulai Akumulasi Kepemilikan

Ethereum.(decrypt)

ASIAWORLDVIEW – Data blockchain tengah memperlihatkan pergerakan signifikan dari kelompok investor besar, termasuk Ethereum.  Menurut platform analitik Nansen, jumlah dompet Ethereum yang menyimpan antara 1.000 hingga 10.000 ETH meningkat 5,65% sejak Maret 2024.

Sementara itu, dompet dengan kepemilikan 10.000 hingga 100.000 ETH tumbuh lebih besar lagi, mencapai 28,73%, mengutip keterangan pers dari Bittime, Minggu (24/3/2025).

Baca Juga: Harga Ethereum Melonjak Capai USD2.000 di Tengah Arus Keluar ETF

Sumber: Nansen

Pertumbuhan ini mencerminkan akumulasi strategis oleh para whale—investor besar yang biasanya masuk lebih awal sebelum pergerakan harga yang signifikan terjadi. Ini menjadi sinyal penting bahwa pasar melihat prospek jangka panjang Ethereum sebagai positif.

Dari sisi teknikal, Ethereum saat ini sedang menguji kembali garis tren naik jangka panjang yang telah terbentuk sejak era krisis COVID-19. 

Menariknya, garis tren ini sudah dua kali menjadi titik pantul dari penurunan besar: saat krisis LUNA dan peretasan Bybit, yang masing-masing diikuti oleh kenaikan harga ETH sebesar 1.400% dan 270%.

Kondisi saat ini menunjukkan pola yang serupa. Jika Ethereum kembali bangkit dari garis tren tersebut, target harga yang berpotensi dicapai dalam jangka menengah adalah USD3.438, sebelum melanjutkan ke USD7.543, dan bahkan USD11.648 berdasarkan analisis Fibonacci.  Namun, banyak analis menyebut angka USD9.000 sebagai target yang paling masuk akal untuk 2025.