Bank Indonesia: Masyarakat Pesimis Perekonomian Indonesia Bisa Membaik

Bank Indonesia.

ASIAWORLDVIEW – Sebuah survei dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kehilangan kepercayaan diri terhadap kondisi ekonomi negara ini secara keseluruhan.

Bank Indonesia menerbitkan edisi Februari dari survei bulanannya untuk indeks keyakinan konsumen (IKK) Indonesia pada hari Selasa (11/3/2025). Indeks ini mengukur seberapa optimisnya konsumen Indonesia terhadap kondisi ekonomi saat ini dan di masa depan. Skor di atas 100 berarti bahwa mereka tetap optimis, sementara skor di bawah itu mencerminkan pesimisme.

Menurut Bank Indonesia, IKK bulan Februari berada di 126,4, turun dari 127,2 yang tercatat di bulan sebelumnya. Dengan kata lain, mereka masih optimis, tetapi tidak sebanyak dibandingkan dengan awal tahun. Survei ini mengungkapkan bahwa kepercayaan diri terutama melemah di antara mereka yang membelanjakan antara Rp 2,1 juta dan Rp 3 juta per bulan. Konsumen dalam kelompok pengeluaran ini mencatat penurunan IKK dari 126,6 menjadi 123,4 pada periode yang sama. Sebagai konteks, upah minimum di kota paling modern di Indonesia, Jakarta, mencapai Rp 5,4 juta pada tahun ini.

Baca Juga: OJK Soroti Literasi Keuangan Generasi Muda di Indonesia

“Responden yang berusia antara 20 dan 30 tahun adalah yang paling optimis (mengenai kondisi ekonomi) karena IKK mereka mencapai 131,4 (di bulan Februari),” tulis Bank Indonesia dalam surveinya.

Survei yang sama menunjukkan indeks keyakinan ekonomi (IKE) Indonesia saat ini yang memberikan gambaran mengenai persepsi konsumen mengenai kondisi saat ini. IKK telah meningkat dari 113,5 di bulan Januari menjadi 114,2 di bulan berikutnya. Bank Indonesia mengaitkan optimisme yang meningkat dengan sub-indeks upah yang membaik. Survei ini menanyakan kepada para responden bagaimana perasaan mereka mengenai penghasilan mereka dibandingkan dengan enam bulan yang lalu. Sub-indeks penghasilan saat ini mengalami kenaikan satu poin dari 122,6 di bulan Januari menjadi 122,7 di bulan berikutnya.

Bank Indonesia mengajukan pertanyaan serupa mengenai ketersediaan pekerjaan saat ini. Namun, indeks ini menunjukkan bahwa masyarakat menjadi kurang optimis terhadap kesempatan kerja.

Indeks komponen ini turun dari 107,7 menjadi 106,2 pada periode yang sama. Masyarakat percaya bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk membeli barang-barang tahan lama seperti mobil dan peralatan rumah tangga, menurut pembacaan di bulan Februari. Sub-indeks pembelian barang tahan lama dalam IKK naik dari 110,3 di bulan Januari menjadi 113,7 di bulan Februari.