ASIAWORLDVIEW – Nabi Muhammad (SAW) memang memulai berbuka puasa dengan beberapa butir kurma atau seteguk air. Praktik ini adalah bagian dari sunnah yang dianjurkan dalam Islam karena mengandung banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun spiritual.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada (kurma kering), beliau berbuka dengan beberapa teguk air.”
(HR. Abu Daud no. 2356, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud)
Namun masyarakat memilih kurma untuk berbuka puasa karena mengandung nutrisi penting seperti serat, kalium, magnesium, dan vitamin B6. Selain itu, memberikan dorongan energi yang cepat dan bergizi setelah seharian berpuasa, mengutip Medical News Today, Sabtu (1/3).
Baca Juga: Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang saat Sahur, Jalani Puasa Ramadan dengan Baik

Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, yang membantu memulihkan kadar gula darah dengan cepat dan menyediakan sumber energi langsung.
Setelah berpuasa yang panjang, sistem pencernaan perlu dibangunkan dengan lembut. Kurma mudah dicerna dan membantu mempersiapkan perut untuk makanan besar yang akan datang. Kurma kaya akan antioksidan, yang dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Sementara, berbuka puasa dengan air putih adalah praktik yang dianjurkan. Setelah seharian tidak makan dan minum, tubuh sangat membutuhkan cairan. Air putih adalah cara terbaik untuk mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh dengan cepat dan aman.
Air putih mudah dicerna dan cepat diserap oleh tubuh, sehingga membantu mempersiapkan sistem pencernaan untuk makanan yang akan dikonsumsi setelahnya.
Berbuka dengan air putih membantu menenangkan perut yang kosong dan mempersiapkannya untuk makanan yang lebih berat. Ini bisa mengurangi risiko gangguan pencernaan yang mungkin terjadi jika langsung makan makanan berat.
