ASIAWORLDVIEW – Hubungan Indonesia China ternyata sangat dekat. Tak hanya politik, tapi juga ekonomi. Hal itu berdasarkan survei tentang Indo-Pasifik yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hasil survei tersebut, menurut Kepala Pusat Penelitian Hukum BRIN Emilia Yustiningrum, sejalan dengan hasil survei ASEAN Peoples’ Perceptions Survey (APPS) yang dilakukan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). APPS menyatakan bahwa Cina dipandang sebagai mitra yang paling relevan untuk masa depan ASEAN.
“Sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo, hubungan kedua negara terus menguat,” kata Emilia dalam acara peluncuran laporan APPS 2024 di Jakarta.
Baca Juga: Fakta Kesepakatan Indonesia dan India Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Emilia menambahkan bahwa survei awal mengenai persepsi elit Indonesia terhadap Indo-Pasifik ini bertujuan untuk memahami pandangan pemerintah terhadap Indo-Pasifik secara lebih mendalam.
Survei dilakukan di 10 kementerian yang berperan dalam mengelola hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.
Melalui pertanyaan-pertanyaan dalam survei tersebut, BRIN mengidentifikasi empat poin terkait hubungan Indonesia-China muncul sebagai mitra yang paling menguntungkan dalam pertumbuhan ekonomi, dengan proyeksi kekuatan sosial terkuat, dan sebagai mitra yang paling relevan untuk masa depan.
“Berdasarkan survei kami, kami melihat bagaimana pemerintah China mencoba untuk bertindak terhadap hubungan internasional, dan itu terjadi di setiap pemerintahan,” katanya.
