ASIAWORLDVIEW – Perdana Menteri India Narendra Modi menyambut Presiden Prabowo Subianto pada kunjungan negara pertamanya ke New Delhi selama akhir pekan. Pernyataan bersama yang dikeluarkan pasca-pertemuan menyebutkan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral mereka.
“India dan Indonesia menekankan pentingnya implementasinya yang cepat,” sebuah pernyataan bersama yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri.
“Mereka menyatakan keyakinan bahwa penggunaan mata uang lokal untuk transaksi bilateral selanjutnya akan mempromosikan perdagangan antara Indonesia dan India, dan memperdalam integrasi keuangan antara kedua ekonomi.”
Seperti yang diharapkan, pertemuan bilateral mereka juga menyentuh entri Indonesia baru-baru ini ke BRICS, sekelompok ekonomi negara berkembang yang dikenal karena upaya de-dolarisasi. Kelompok ini menyatukan Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Anggota termasuk Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Indonesia Masuk BRICS Pengaruhi Investor dari AS?
Pernyataan bersama tentang pembicaraan baru-baru ini dengan Modi mengatakan bahwa New Delhi menyambut keanggotaan Indonesia pada BRICS. Dokumen itu juga menulis bahwa Indonesia yakin bahwa keanggotaan Indonesia dapat “semakin memperkuat Solidaritas Brics”. Dalam presser bersama, Prabowo, juga, mengatakan kepada Modi bahwa memiliki Indonesia di klub BRICS dapat “bermanfaat bagi stabilitas global dan kerja sama regional.”
Indonesia sudah menggunakan mata uang lokal dalam transaksi bilateral dengan China, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov baru -baru ini mengungkapkan bahwa anggota pendiri BRICS Moskow telah melakukan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan mata uang lokal dengan Jakarta.
Tahun lalu, Bank Indonesia dan Reserve Bank of India menandatangani nota kesepahaman (MOU) tentang penyelesaian mata uang lokal. Kesepakatan itu akan memungkinkan eksportir dan importir untuk membayar dalam rupiah atau rupee, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk menggunakan dolar sebagai perantara.
