ASIAWORLDVIEW – Teh favorit Anda bisa jadi membawa miliaran partikel plastik kecil atau mikroplastik, ternyata berbahaya untuk kesehatan. Dalam sebuah penelitian pada November 2024 yang diterbitkan di Chemosphere, para peneliti menguji tiga merek kantong teh celup yang berbeda untuk mengetahui paparan mikroplastik – potongan plastik yang tidak dapat terurai dan diduga dapat memengaruhi kesehatan manusia.
Penulis studi Alba García-Rodríguez, PhD, seorang peneliti di Departemen Genetika dan Mikrobiologi di Universitat Autònoma de Barcelona, mengatakan bahwa penelitian ini menarik perhatian pada jalur paparan substansial terhadap partikel plastik dalam kehidupan kita sehari-hari. “Kita harus peduli dengan banyaknya plastik sekali pakai yang terpapar pada manusia setiap hari,” katanya.
Baca Juga: YLKI: Ketimbang PPN Naik Jadi 12%, Lebih Baik Buat Cukai Minuman Manis
Peneliti menemukan bahwa menyeduh teh dalam kantong plastik yang terbuat dari polipropilena, bahan kantong teh yang umum digunakan, melepaskan lebih dari satu miliar partikel per mililiter teh. Kantong teh celup kertas yang terbuat dari selulosa dan kantong nilon jala melepaskan jutaan partikel plastik per mililiter.
“Fakta bahwa mereka menemukan begitu banyak mikro dan nanoplastik ini dalam produk yang seharusnya dikonsumsi berpotensi mengkhawatirkan,” kata John Meeker, ScD, CIH, seorang profesor Ilmu Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Global di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan, melansir Health.
Setelah mengekstraksi plastik dari teh yang diseduh, para peneliti memaparkannya ke sel usus manusia. Sel-sel tersebut menyerap partikel plastik, menunjukkan bahwa mikroplastik dapat tetap berada di dalam tubuh setelah minum teh.
