ASIAWORLDVIEW – Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pariwisata yang berlebihan di Bali. Salah satunya, dengan mengenalkan lokasi wisata di wilayah lain.
Pemerintah mempromosikan pariwisata di daerah-daerah yang jarang dikunjungi. Selama ini, wilayah selatan Bali yang dipenuhi oleh wisatawan. Pemerintah setempat mengenalkan Bali utara (Buleleng dan Karangasem), Bali barat (Jembrana), dan Bali timur (Kelungkung) untuk mengalihkan turis dari daerah selatan yang penuh sesak.
Berbagai upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan pilihan transportasi, termasuk pengenalan sistem lalu lintas satu arah, LRT, dan transportasi berbasis laut di daerah-daerah seperti Canggu, Jimbaran, dan Kuta.
Baca Juga: Wisatawan Asal Malaysia Dominasi Pariwisata di Indonesia
- Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur): Terkenal dengan keindahan alamnya dan menjadi gerbang menuju Taman Nasional Komodo, rumah bagi komodo, yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO.
- Lake Toba (Sumatera Utara): Danau vulkanik terbesar di dunia yang menawarkan keindahan alam, serta potensi wisata budaya dan sejarah yang kuat.
- Yogyakarta: Kota budaya yang kaya dengan sejarah, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta seni dan tradisi lokal yang unik.
- Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur): Destinasi wisata alam yang menakjubkan dengan pemandangan gunung berapi yang aktif dan panorama alam yang dramatis.
- Wakatobi (Sulawesi Tenggara): Dikenal sebagai salah satu surga bawah laut dengan terumbu karang yang luar biasa dan kekayaan biodiversitas laut.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan pelestarian sumber daya alam, infrastruktur, dan masyarakat.
