Presiden El Salvador Ingatkan Investor Beli Bitcoin saat Lagi Murah

Presiden El Salvador Nayib Bukele

ASIAWORLDVIEW – Presiden El Salvador Nayib Bukele telah mengisyaratkan bahwa penurunan harga Bitcoin (BTC) menjadi USD90,000 akan membawa peluang untuk membeli token dengan harga diskon. Hal itu memicu optimisme di kalangan investor.

Menurutnya, kondisi ini merupakan perkembangan baru-baru ini dimana Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjual token Bitcoin senilai USD6,7 miliar. Komunitas mengantisipasi tekanan jual yang lebih tinggi yang akan menurunkan harga, berpotensi mencapai USD90,000.

Harga Bitcoin, atau mata uang kripto lainnya, berfluktuasi berdasarkan sentimen pasar dan faktor lainnya. Selain itu, hal ini juga mencerminkan besarnya tekanan jual di pasar, yang mengindikasikan bahwa volatilitas kemungkinan akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Pemerintah AS Jual Bitcoin USD6,7 Miliar, Tanda BTC Segera Jatuh?

Namun, sementara beberapa orang melihatnya sebagai fase bearish, yang lain menyebutnya sebagai koreksi harga. Selain itu, sejumlah tokoh terkemuka seperti penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki, Nayib Bukele, dan lainnya menganggap ini sebagai peluang besar untuk membeli token dengan harga diskon.

Tidak dapat disangkal fakta bahwa harga BTC telah mengalami kesulitan selama beberapa hari terakhir, mengingat harganya telah turun di bawah USD95,000 dengan banyak yang menyebutnya sebagai jatuhnya harga. Pemerintah AS telah menjual token Bitcoin yang disita dari Jalur Sutra dan harga token terus menurun sejak perkembangan tersebut.

Dengan asumsi BTC turun hingga USD90,000, ini akan menjadi momen ‘ramalan yang menjadi kenyataan’ bagi Presiden El Salvador, Nayib Bukele, yang memungkinkan para penggemar kripto untuk mengumpulkan lebih banyak token ke dalam portofolio mereka.

Banyak pelaku pasar yang cukup optimis terhadap skenario ini dan sebagian besar dari mereka menyarankan untuk melanjutkan pembelian token jika harga turun dan menjadi ‘Singapura berikutnya’. Kasus ini dapat menuntut untuk menjadi ‘El Salvador’ berikutnya karena negara ini juga dikenal meningkatkan kepemilikan kripto dan mengarusutamakannya secara luas.